Sabtu, 29 Juli 2017

Ayam Tangkap Khas Aceh ala So Good

Bagi yang sering main ke Aceh, khususnya Banda Aceh, pasti sudah familiar deh dengan kulinari yang satu ini. Yes, ayam tangkap khas aceh. Rasanya belum afdol kalo ke Aceh, jika belum nyobain olahan berbahan dasar ayam yang satu ini. Lalu, kenapa sih namanya ayam tangkap? Penasaran kan? Aku juga ga tau sih, kenapa-kenapanya, cuma pernah dengar bahwa sajian khas ini disajikan fresh from the fried pan. Jadi memang dipersembahkan langsung setelah dimasak, jadi emang masih panas, sehingga gurih ayam dan dedaunannya itu kerasa banget!

Lho, kok ada dedaunannya, sih, Al? 

Iya, lho! Ayamnya digoreng bersamaan dengan dedaunan beroma wangi yang memang bikin makanan makin gurih. Nah, karena aku udah lama banget ga pulang ke Aceh, maka sudah pastilah jika kerinduanku untuk menikmati ayam tangkap ini kian menggebu. Apalagi tadi malam, obrolan di grup teman-teman Aceh tuh pada rame ngebincangin tentang gurihnya si ayam tangkap ini. Hayyah, bikin eikeh ngiler, donk!

Untungnya salah satu dari temanku itu ahli banget bikin ayam tangkap, dan bahannya ga harus ayam kampung kok, katanya. Jadi bisa diolah dari ayam potong. Ok, sip, maka, pagi ini, aku langsung deh ke mart terdekat. Nyariin So Good Ayam Potong dan masuk pasar Kordon mencari dedaunan untuk pelengkapnya.

Eits, btw, kenapa harus So Good Ayam Potong, sih, Al? Kenapa ga ayam potong biasa aja?

Hm, kalo aku sih, alasan utamanya adalah karena So Good Ayam Potong itu nyarinya paling gampang. Di Indomaret, Alfamart, dan mart-mart lainnya pun ada. Simple kan? Ga harus masuk pasar. Alasan lainnya adalah, kemasannya hygienist, sudah siap pakai tanpa kita harus membersih-bersihkannya lagi. Ukuran per potongnya pun udah sip!

Lalu, urusan potong memotongnya gimana, Al? Halal kah?

Ya halal, donk. Kalo ga halal, masak ada logo Halal di kemasannya? So, sip lah, ya! 😊

Resep Ayam Tangkap Khas Aceh ala So Good

Oke, sekarang kita masak Ayam Tangkap Khas Aceh ala So Good, yuk!

Bahan: 

1 bungkus So Good Ayam Potong (Paha dan Dada)
500 ml air
5 lembar daun pandan, ikat kecil per lembarnya.
5 tangkai daun salam koja (bahasa acehnya on teumuruy atau daun kari)
1/2 makan jeruk nipis
garam secukupnya

Daun Pengharum:

5 lembar daun pandan, gunting halus
10 tangkai daun salam koja (bahasa acehnya on teumuruy atau daun kari), serut buang tangkainya
10 lembar daun jeruk, buang tulangnya
3 lembar daun kunyit, gunting halus
5 buah cabai hijau besar, potong melintang biar cantik.

Bumbu Halus:

8 butir bawang merah
5 siung bawang putih
3 buah cabai rawit merah
3 cm jahe

Cara Memasak:

1. Rebus ayam potong bersama bumbu halus, daun pandan, daun salam koja dan air serta garam di atas api hingga matang.

2. Siapkan penggorengan. Goreng daun pengharum sampai layu dan mulai mengering. Masukkan ayam ke dalamnya (minyak panas tersebut), aduk-aduk bersama dedaunan pengharum, tunggu sampai warna ayam menjadi cokelat keemasan dan dedaunan pengharum kering.

3. Angkat dan tiriskan. Hidangkan ke dalam piring cantik dan siap untuk disantap bersama nasi hangat.

Hm, yummy!

Yuhuu, akhirnya, Ayam Tangkap Khas Aceh ala So Good siap dihidangkan!
Gimana, Sobs? Penampakannya aja udah menggiurkan, yak? Apalagi rasanya, sudah pasti gurih atuh lah! Cobain, yuk!



Jumat, 14 Juli 2017

Tempat Bermain Yang Aman untuk Anak Super Aktif

Tempat Bermain Yang Aman untuk Anak Super Aktif
Bercerita tentang anak-anak memang tak akan pernah ada habisnya. Mulai dari buka mata hingga tutup mata kembali (bangun tidur di pagi hari hingga ke tidur kembali di malam harinya), adaaaa aja aktifitasnya. Eits, bukan, bukan hendak bercerita tentang Intan, sih! Intan kan udah gede, udah mau memasuki usia 21 tahun, lho! Kali ini, aku pengen share cerita ringan tentang aktivitas bocah masa kini, yang kayaknya juga makin super aktif, deh!

Jadi, tadi malam tuh, saat lagi nyantai, eh terlibat obrolan dengan salah satu kolega, yang kini lagi disibukkan dengan mengurus seorang bocah gesit, super aktif dan bikin enyak babe serta si mbak-nya ikutan ga bisa diem. Yup. Karina, kolegaku yang juga adalah salah satu teman baik ini, dengan excited bercerita tentang bocah kecilnya, Joshua, yang kini berusia 3 tahunan. Mendengar ceritanya, aku langsung keingat akan keponakanku sendiri yang juga berada di usia itu, dan sedang gesit-gesitnya. Ga bisa diem. Haha. Mungkin anak-anak sekarang emang begitu kali, ya? Beda jauh dari Intan kecil dulu, ya, walau masih terhitung sangat aktif juga sih. 

Lanjut ke cerita Karina tentang Joshua. Ya ampun, ini anak emang ngemesin banget. Mendengar cerita mamanya aja, aku jadi bisa ngebayangin gimana aktifnya si bocah ini. Mulai buka mata hingga ke tutup mata kembali, ini anak emang adaaaa aja aktifitasnya! Lari sana, jalan sini. Naik sana, masuk sini. Emang ga ada diemnya. Apa aja yang dilakuin orang-orang di rumah, pasti akan ditirunya. 

Kebayang betapa lelahnya mama-papanya serta si Mba dalam 'mengajaknya' bermain. Hehe. Yup, Joshua memang senang sekali 'bermain'. Baginya, kegiatan paling menyenangkan adalah bermain. Bahkan di sekolah (play group)nya, Joshua juga tak pernah diem dan gampang banget berteman. Keren ya anak-anak sekarang. *jadi malu kalo ingat masa kanak-kanakku sendiri, nun, puluhan tahun lalu. Di mana setiap ketemu orang-orang baru, maka aku akan sembunyi di balik pintu. Takut. Haha.

Tempat Bermain yang aman bagi anak super aktif.

Anak yang super aktif, tentu butuh penanganan/pengawasan yang jauh lebih ketat dibanding anak-anak yang lainnya. Lengah sedikit saja, bisa-bisa menimbulkan hal yang fatal. Karenanya, Karina maupun suaminya memang ekstra ketat dalam menjaga/mengawasi Joshua demikian juga si Mba, yang memang dihire untuk menjaga lelaki kecil mereka ini. 

Menyiasati hobi Joshua bermain yang tiada hentinya, kecuali sedang tidur, maka mama-papanya memiliki beberapa tempat favorit untuk tempat Joshua bermain. Beberapa di antaranya adalah:

1. Rumah - DENGAN Pengawasan

Yup. Tak ada tempat yang paling menyenangkan selain rumah. Home is the most favourite one! Rumah adalah tempat di mana seorang bocah cilik seusia Joshua menghabiskan sebagian besar waktunya. Karenanya, papa mamanya juga telah mempersiapkan beberapa ruang bermain dan aneka mainan yang aman (yang tentunya TETAP dalam PENGAWASAN] bagi bocah cilik ini. 

Bermain tukang-tukangan, menggambar di dinding khusus untuk Joshua, atau pun bermain bongkar pasang, adalah merupakan beberapa permainan favorit si bocah super-aktif ini. Aku bahkan tergelak mendengar cerita Karina saat masuk kamar dan melihat kaca riasnya telah penuh coretan tangan Joshua menggunakan lipsticknya, yang tadi lupa dia pindahkan sehingga tergeletak begitu saja dan menjadi sasaran keaktifan putra kecilnya itu. Haha. Josh... Josh! 

2. Di Pantai atau Alam Terbuka - DENGAN Pengawasan KETAT.

Tak hanya Joshua yang suka pantai atau alam terbuka. Papa mama-nya sudah pasti juga senang banget having picnic or stay at the beach. Menginep di pantai adalah kegiatan yang sering banget mereka lakukan jika papa Joshua sedang libur/off.

Selain alamnya yang indah dan udaranya yang fresh, alam terbuka memang merupakan tempat yang paling bagus bagi bocah kecil ini agar dapat melepaskan energi-nya yang membludak, serta melatih otot-otot motoriknya agar kian terlatih, sembari 'menginput' kosa kata baru ke dalam memori Joshua.
Pantai mau pun alam terbuka memang menjadi tempat favorit Yasha dalam 'bermain' kini. Laut. Adalah kata yang selalu berhasil membuatnya excited dan mematuhi bujukan mama papa.

"Josh jadi anak baik, ya, ga boleh nakal, kalo jadi anak baik, kita nanti ke pantai, mandi di laut! Ok?" Dan si bocah pun patuh. Haha, kalimat saktinya ini, ternyatah! 

3. Bermain di Mall - DENGAN Pengawasan.

Selain pantai atau alam terbuka, atau pun bermain di rumah, maka bermain ke mall adalah salah satu agenda lain yang kerap dilakukan oleh ayah-ibu dan anak ini. Ga selalu untuk berbelanja atau shopping, sih. Sekedar sight seing atau window shopping sudah bisa menjadi kegiatan rekreasi sekaligus ajang dalam mengajak si kecil bermain sambil merilis energinya yang sering berlebih itu. 

Bagi sebagian orang, membawa anak kecil bermain ke mal termasuk hal yang membahayakan, sih. Karena yang namanya mal, pasti lah ramai, dan bisa membahayakan bagi anak, terutama di saat menaiki lift maupun eskalatornya. Karenanya, Karina dan suaminya melakukan pengawasan ketat jika lagi main ke mal. Ga boleh lengah sedikitpun, karena pernah pada suatu ketika, saat Karina lagi asyik melihat-lihat pakaian yang sedang sale, ealah, Joshua malah sedang asyik bercengkrama dengan bocah seusianya di sudut lain, dan bahkan sudah berjalan mengikuti bocah itu bersama keluarganya. Yup, selain super aktif, Joshua juga termasuk bocah yang super supel. Gampang banget berbaur dengan orang lain. Dan ini tentu berbahaya, rentan terkena penculikan kan? Aih, ngeri juga sih, ya? 

Anak Super Aktif juga Bisa Sakit

obat penurun panas
Yes. Setiap kita pasti akan bertemu dengan yang namanya sakit. Apalagi anak-anak. Setelah seharian bergerak aktif ke sana kemari, tentu akan ada masanya si anak mengalami penurunan stamina. Demam, flu dan batuk adalah penyakit yang kerap sekali mengunjungi si anak tanpa aba-aba. Pasti pernah donk mengalami hal ini?

Yup. Joshua juga sama. Terkadang, akibat kelelahan bermain, akhirnya si bocah cilik ini pun terserang demam. Untungnya ayah dan ibunya memang selalu menyediakan obat penurun panas di kotak obat, sehingga kapan pun diperlukan, Tempra, si obat penurun panas ini sudah tersedia, dan selalu berhasil meredakan demam si anak. Kalo Mantemans, biasanya sedia apa nih untuk menurunkan demam si buah hati tercinta? 

Cerita tentang bocah,
Al, Jakarta, 14 Juli 2017






Senin, 10 Juli 2017

Anyang-anyangan? Oh, NO!

Anyang-anyangan? Oh, NO! Ga enakeun banget rasanya, lho! Berasa ga tuntas, gitu kan ya? Udah ga tuntas, terus kerasa sakit-sakit gimanaaaa gitu. Mantemans, terutama yang wanita, pasti pernah donk ngerasain anyang-anyangan ini? Ngerasa ingin buang air yang terus menerus (sering banget) tapi keluarnya tersendat/sedikit gitu? Udah gitu, kerasa sakit pula. Yes, itu yang dimaksud dengan anyang-anyangan!

Sumber: Uri-cran

Lalu berbahaya ga, sih, sebenarnya anyang-anyangan itu? 

Yes! Anyang-anyangan ga boleh dianggap enteng, lho! Bahaya kalo dibiarkan dengan begitu saja. Ya iya lah, udah rasanya bikin ga enakeun, bikin hati resah dan aktivitas jadi ga lancar kan? Makanya kita kudu ngasih perhatian serius jika si anyang-anyangan ini melanda diri, lho!

Terus penyebabnya apaan, sih, Al?

Pada umumnya, orang menengarai bahwa anyang-anyangan ini adalah gejala dari infeksi saluran kemih. Walau pada kenyataannya, tidak semua anyang-anyangan adalah pertanda bahwa saluran kemih kita sedang terinfeksi.

Dehidrasi

Anyang-anyangan bisa saja disebabkan karena kita kurang minum, atau habis dari berpanas-panasan dan berkeringat, sehingga tubuh kekurangan cairan. Karenanya, mencukupi kebutuhan cairan tubuh agar tidak dehidrasi, adalah cara memastikan agar si anyang-anyangan tidak menyerang.

Infeksi Saluran Kemih.

Namun, jika anyang-anyangan ini justru disertai warna urine yang keruh, disertai pula dengan demam, nyeri pinggang atau nyeri perut bagian bawah, maka perlu ditengarai bahwa kita sedang terserang gejala infeksi saluran kemih. Jadi kudu ke dokter, lho, ya!

Overactive Bladder

Namun jika hasil tes adalah negatif dan tidak mengandung bakteri, kemungkinan besar kita terjangkit overaktif bladder atau kandung kemih yang terlalu aktif. Kondisi ini membuat keinginan buang air yang tidak tertahankan dan sering menyebabkan ngompol.

Foto diambil dari website Uri-cran
YES! Jangan anggap sepele si anyang-anyangan, lho! Air putih saja tidak akan cukup! Karena apa? Karena wanita itu rentan terserang keputihan. Dan biasanya di dalam cairan keputihan itu, banyak sekali bersarang bakteri Chlamydia, yang juga merupakan penyebab timbulnya anyang-anyangan. Jadi kudu gimana atuh? Ya kudu dijaga agar tidak terjangkiti anyang-anyangan, lah! Gimana cara menjaganya? Susah enggak, sih?

Dulu banget, seingatku ibu dan juga nenekku, sering merebus daun kumis kucing deh jika anyang-anyangan. Tapi hari gini? Apalagi jika kita tinggal di kota besar, mau nyari di mana itu daun si kumis kucing, yak? Pasti riweuh lah, ya?

Untungnya kini sudah ada Uri-Cran, dalam bentuk sachet mau pun kapsul, yang merupakan ekstrak dari buah cranberry, yang diketahui mengandung banyak sekali vitamin yang berguna dalam pemeliharaan kesehatan, yang salah satunya adalah memelihara saluran kemih kita.

Prive Uri-Cran Sachet [sumber: website Uri-Cran]
Prive Uri-Cran Plus, memiliki komposisi yang lebih lengkap, yaitu, 375 mg ekstrak cranberry, 60 mg Vitamin C, 0,1 mg Bifidobacterium bifidum. Tersedia dalam bentuk bubuk dalam kemasan sachet dengan dosis yang dianjurkan adalah 1-2 sachet per hari. Dijual di dalam box berisi 15 sachet per box.
Uri-cran
Prive Uri-Cran Kapsul [sumber foto: website milik Uri-Cran]
Prive Uri-Cran, berbentuk kapsul dengan komposisi 250 mg ekstrak cranberry. Dikemas dalam box berisi 30 kapsul per box, dengan dosis 1-2 kapsul per hari.

Mengapa Uri-Cran?

Karena Uri-Cran dibuat dari ekstrak buah cranberry, di mana diketahui bahwa buah dari keluarga berry ini, dikenal sejak jaman dahulu sebagai bahan yang bisa menyembuhkan (dipakai untuk pengobatan). Hal ini dikarenakan kandungannya yang amat beragam dan bermanfaat bagi berbagai macam penyakit dan kondisi tubuh. Bahkan beberapa tahun terakhir ini, cranberry populer pula dipakai sebagai sumber vitamin dalam meningkatkan kekebalan tubuh, mencegah sariawan, dan sebagai antioksidan. Bahkan kini, ekstrak buah cranberry ini juga mulai dipakai sebagai bahan dasar produk perawatan kecantikan dan kesehatan saluran kemih. Nah, jadi ga perlu cemas lagi kan? Mengkonsumsi Uri-Cran bisa meningkatkan kesehatan tubuh, juga mencegah kita dari serangan anyang-anyangan!

Berita baik ini semakin diperkuat dengan adanya ijin khusus dari lembaga pengawas obat dan makanan Perancis, AFSSA pada bulan April 2004, maka jus buah cranberry mulai digunakan secara aman dan berijin sebagai antibakteri untuk menjaga kesehatan saluran kemih. Hal ini dibuktikan oleh 4 uji klinis acak sempurna yang menyatakan bahwa jus buah cranberry mampu menghambat infeksi bakteri pada saluran kemih. Jadi, ga perlu takut lagi dengan serangan anyang-anyangan khaaan?

Terus, Uri-Cran bisa beli di mana, Al?

Gampang, saat ini, Uri-Cran tersedia di banyak apotik kok, seperti Kimia Farma, Guardian, Century dan aneka apotik lainnya. So, find Uri-Cran there and say good bye to anyang-anyangan, ya!

Catatan penting hindari serangan anyang-anyangan,
Al, Bandung, 10 Juli 2017

Senin, 20 Februari 2017

Anak Jin dan Sepatu Roda


Anak Jin dan Sepatu Roda Anak Jin? Elo serius Al mau bahas tentang anak jin? 

Hehe, pasti banyak yang langsung kepo atau malah seketika click - close blog ini, karena takut? Atau malah ga percaya sama sekali dengan dunia yang satu ini? Dunia para jin. Kalo aku sendiri sih, aku percaya dengan adanya dunia yang satu ini, karena toh, sebelum Adam diciptakan, telah terlebih dahulu Allah menciptakan malaikat dari cahaya dan jin dari api. Iya, toh? Anyway, postingan ini bukan mau ngebahas yang horor-horor, lho, ya. Karena daku bukan hendak membahas tentang hantu. Kalo hantu, mah, eikeh juga atut atuh lah! Pasti eikeh yang akan kabur duluan, sebelum kaki keburu terpaku. Hehe.

Well, yang namanya anak-anak, kita maklum donk jika mereka tuh, senengnya emang main terus kan, ya? Dan, di era kecanggihan teknologi informasi masa kini yang kian pesat, bahkan anak-anak sekalipun, sulit banget lepas dari yang namanya gadget. Kalo ga nonton film kesukaan di youtube, mereka pasti tersita mata dan perhatian serta pikirannya pada aneka game yang terpatri di dalam gadget mereka dan siap ditampilkan di layar dan dimainkan. Lalu, lupa lah mereka dengan yang namanya belajar, lingkungan sekitar, bahkan lupa makan dan minum, padahal itu adalah panggilan perut. Nah, prilaku dan kebiasaan ini juga ternyata berlaku bagi anak-anaknya kaum jin, lho! Ya, walo enggak semua, sih. Kalo anak-anak jin yang tinggalnya di pelosok-pelosok nun jauh di sana, yang jarang main ke kota, apalagi ikutan berbaur dengan dunia manusia modern, ya mereka juga akan gaptek.

anak jin dan gadget
Image grabbed from: here
Nah, anak jin yang ingin aku ceritain ini adalah Icha, anak gaibnya Dijah, adik angkatku itu, lho! Nah, Icha ini, menurutku punya IQ yang lumayan tinggi. Cepet banget daya tangkapnya. Sering aku terkaget-kaget dengan perkembangan kecerdasannya setiap aku bertemu dengannya. Bertemu, Al? Piye carane? Ya, bertemu lah. Saat dia merasuk ke tubuh Dijah, dan Dijah sendiri berkelana ke kampung nenek atau ke daerah-daerah lainnya untuk mencari sesuatu (obat-obatan, bertapa atau pun keperluan lainnya), maka di saat itu, biasanya aku dan Icha serta Bibah berkomunikasi. Aku sering terapkan ilmu parenting juga ke Icha. Jadi mengasuhnya dengan pola pengasuhan manusia modern tapi tetap islami. Hayyah.

Nah, Icha tuh sering membuatku kagum dalam kemampuannya bergadget. Anak jin usia 6 tahun ini, bisa dengan gerak cepat menggunakan voice order di gadget, misal meminta youtube tampilkan film yang ingin ditontonnya. Jika aku kan, biasanya mengetikkan kata kunci via hape untuk disearch. Nah, Icha tuh, karena males nulis, malah bisa lebih canggih, pake voice search gitu, lho! Dan seingatku, aku belum pernah mengajarkan itu padanya. Tapi beberapa kali, saat mengemudi, aku sering gunakan voice search untuk cari alamat atau memasukkan destinasi perjalanan ke waze.

Aku tanyakan pada Icha, siapa yang ajarkan dia. Dan jawabannya sering bikin aku kaget dan kagum. "Icha lihat Bunda. Nyontoh Bunda. Kan Icha sering duduk di pangkuan Bunda kalo Bunda sedang laptopan, dan lihat Bunda ngerjain apa aja di laptop. *Halah. Bisa ketauan nih rahasia eikeh!

Dan, Icha memang cerdas. Mengajarkannya cukup sekali saja. Anaknya juga rapi dan teliti. Kalo ada PR crafting di sekolahnya (What? Anak jin sekolah? Iya, lho!), sering ditunjukin ke aku dulu sebelum dikumpulkan ke ibu gurunya. Dan hasil kerjaannya rapi banget!

Icha dan Sepatu Roda. 

Sepatu Roda Bibah
Nah, ini! Sepatu roda kini menjamur di mana-mana. Bahkan sampai ke gang-gang kecil sekali pun, kita melihat anak-anak bersepatu roda. Aku jadi teringat masa kecil dahulu, saat musim sepatu roda juga sempat marak di masa kanak-kanakku. Namun sepatu roda era ku dulu, yang rodanya 4 biji (dua di depan dan dua di belakang), bukan yang kayak dipake anak-anak jaman sekarang (4 roda sebaris aja). Pasti susah naiknya yak? Iya ga, sih?

Anyway, baik Bibah (anaknya Dijah, manusia) maupun Icha (anak gaibnya Dijah, jin), udah pasti pengen lah sepatu roda ini. Dan mereka tuh pinter, mintanya bukan ke ibunya (Dijah) atau ke aku, tapi ke Om Asepnya (adik angkatnya Dijah). Asep tuh emang sayang banget sama kedua anak ini. Apa aja yang diminta keduanya, pasti diusahakan deh oleh Asep. Saat kutanya pada Asep, kenapa sih, Sep, kamu selalu berusaha untuk mengabulkan keinginan anak-anak itu? Kan kamu sendiri juga bukan udah banyak banget duitnya. Lalu jawab Asep adalah, "Hm, gimana ya, Bu, ya? Saya sayang aja sama Bibah dan Icha. Setiap memberi ke Bibah dan Icha, selalu saja rezeki saya bertambah. Mungkin karena Bibah anak yatim, dan Icha anak jin, ya?" Asep malah balik bertanya.

Singkat cerita, kedua pasang sepatu roda pun terkabulkan. Happy-nya Bibah dan Icha tak alang kepalang. Sayangnya, aku tak sempat memfoto sepatu rodanya Icha, karena begitu Asep menyerahkan sepatu roda itu ke Dijah, eh yang sepasangnya langsung lenyap. Diambil oleh Icha secara gaib dan langsung membawanya pulang ke kampung Nenek, untuk dipamerkan pada teman-temannya, sesama anak jin, di kampung mereka. Hayyyah! Andai saja aku bisa berkelana ke kampung bunian ini, aku pasti tak akan menolak. Ingin sekali ke sana, agar draft novel misteri yang sedang kugarap itu cepat selesai, dengan bantuan pengamatan langsung di negeri kaum jin, itu. Hehe.

Kembali ke kisah sepatu roda. Jangan ditanya meriahnya cerita Icha tentang sepatu rodanya. Awal pertama mencobanya, dia terbanting ke jalanan beberapa kali. Dahinya sampai jendol-jendol, namun anak itu tak menyerah. Apalagi membiarkan dirinya kalah oleh Bibah. Dia berlatih, terus dan terus hingga akhirnya saat Bibah pun sudah mahir bersepatu roda, maka Icha pun sudah memiliki kemahiran yang sama. Aih, memang ya, jiwa pantang menyerah ini menurut dari akuh deh, kayaknya. Hehe.

Kalo di daerah Mantemans, sedang marak sepatu roda juga kah?

kisah anak jin dan sepatu roda
Al, Bandung, 19 Februari 2017

Ayam Tangkap Khas Aceh ala So Good

Bagi yang sering main ke Aceh, khususnya Banda Aceh, pasti sudah familiar deh dengan kulinari yang satu ini. Yes, ayam tangkap khas aceh. Ra...