Rabu, 19 Juni 2013

Menyemai Cinta Ala LDR

Menyemai Cinta Ala LDR

Postingan ini terinspirasi dari postingannya Pakdhe Cholik, yang bercerita tentang pengalamannya ber-long distance relationship [LDR] dengan sang istri dan keluarga tercinta.
LDR, mungkin sudah begitu familiar terdengar di telinga kita ya, Sobs? Dan banyak lho yang mengalaminya? Ada yang mengaku sulit menjalaninya, bahkan saking takutnya akan efek ber-long distance relationship ini, mereka memilih untuk resign dari pekerjaan dan ikut sang suami agar tak berjauhan. :) Namun, sudah pasti, ada yang menghadapinya dengan gagah berani [karena ga punya pilihan lain lah pastinya, hehe].

Selain Pakdhe Cholik, yang sudah menjalaninya, aku juga memiliki beberapa teman yang terpaksa menjalani hubungan jarak jauh dengan keluarganya. Banyak suka dan duka yang mengisi hari-hari selama ber-long distance ria ini lho. Dan kali ini, tulisan ini bukanlah untuk mengupas pahit-manis kisah LDR mereka sih, Sobs, karena selain mereka, aku sendiri juga adalah pelaku LDR!

Credit and modified
Long Distance Relationship, menyapa dan menjadi pilihan tak terelakkan bagi kami [aku dan suami] terhadap Intan, putri kami, pertama kalinya sekitar tahun 2005, dimana aku dan suami harus pindah ke Aceh, beberapa hari setelah tsunami. Tanah kelahiran yang luluh lantak, dan membuat masyarakat/penduduknya terdampar dalam luka-duka nestapa, mutlak membuat jiwa ini terpanggil untuk turut bergabung dengan sebuah Medical NGO International yang sedang bantu Aceh kala itu. Tanpa pikir panjang lagi, kutitipkan Intan, putri tercinta, pada budhenya [kakak ipar] di Medan, lalu kami [aku dan suami] menetap di Aceh.

Rindu yang membiru, haru yang menggebu, sungguh membuat hati terasa pilu. Rasanya gimanaaaa gitu, Sobs! Meninggalkan putri tercinta, nun jauh di kota Medan. Mana belum pernah tinggal terpisah sebelumnya lagi! Duh, rasanya ingin banget deh segera menyelesaikan tugas ini, dan bergabung kembali dengan ananda tercinta. Atau kalo bisa, Aceh segera bersih, aman dan sehat kembali agar aku bisa membawa Intan bersama kami. Namun semua tentu butuh proses, sehingga jalan satu-satunya yang bisa dilakukan adalah, beradaptasi terhadap keadaan yang kita hadapi.

Menyiasatinya adalah, melakukan panggilan telefon dan mendongeng setiap malam menjelang tidur. Jika selama ini, mendongeng [baca: membacakan sebuah cerita anak] kulakukan seraya mengelus-ngelus kepala dan rambut Intan, maka sejak terpisah jarak yang begitu jauh, elusan itu terpaksa ditiadakan. Hanyalah modulasi yang meretas jarak, menghubungkan aku ke putri tercinta, yang berbaring sendirian di kamarnya di Medan, seraya memeluk boneka Mickey Mouse kesayangan kami berdua. Setiap dongeng mencapai akhir, maka membaca doa tidur bersama pun menjadi agenda penutup komunikasi kami setiap malamnya. Tak hanya itu, Intan yang kala itu masih duduk di kelas empat Sekolah Dasar, selalu mengandalkan Uminya dalam hal membantunya mengerjakan PR bahasa Inggris, sehingga, mau tak mau, aku harus menyediakan waktu untuk bikin PR bersama, tentunya via telefon.

Untungnya ritual di atas hanya berlangsung selama dua setengah tahunan, karena begitu situasi Aceh aman dan bersih kembali, aku segera menjemput Intan untuk dapat tinggal bersama lagi. Namun sayang, Long Distance Relationship, kembali menjadi pilihan yang sulit dielakkan. Keinginan untuk mendapatkan penghidupan yang jauh lebih baik, membuat kami berkomitmen untuk tinggal terpisah oleh jarak dan garis batas [beda negara]. Kuijinkan kekasih hati [baca: suami] untuk bekerja di negeri jiran. Tentu dengan komitmen dan kesepakatan bersama, yang akan kami jaga utuh demi kebahagiaan rumah tangga ini. Long Distance Relationship! Tak ada yang akan mengatakan ini sebagai kehidupan yang mudah. Untungnya, kemajuan teknologi yang kian canggih, memberi banyak kemudahan bagi insan-insan yang harus ber-long distance relationship. Thanks to the technology, yang telah meretas jarak, menembus garis batas dan mampu menghadirkan aku di layar gadgetnya, atau menghadirkan dia di layar gadgetku, sehingga kami dapat saling berkomunikasi secara audio visual. Rasanya luar biasa banget lho!

Bicara tentang LDR, tak dapat dipungkiri bahwa hubungan jarak jauh ini dapat memicu banyak hal yang dapat menguji keharmonisan hubungan. Yang jika gagal dalam menyikapinya, akan membawa hubungan antar pasangan menjadi buruk dan bahkan berakhir sia-sia.
Oleh karena itu pula, sebagai pelaku LDR, aku selalu berusaha untuk menjalankan beberapa tips penting berikut ini;

1. Saling Percaya.

Poin ini sengaja aku terapkan pada urutan pertama. Karena ini adalah poin utama dalam merawat kasih sayang dalam hubungan antar pasangan. Tanpa kepercayaan, maka kita akan selalu dipenuhi oleh rasa curiga dan aneka pikiran negatif lainnya, yang sudah pasti akan memicu pertengkaran dan menjadikan hubungan menjadi tidak harmonis.

2. Komitmen

Ini juga tak kalah pentingnya. Karena poin ini juga adalah kunci keberhasilan langgengnya sebuah hubungan, apalagi hubungan jarak jauh. Kedua belah pihak harus komit untuk menjaga kepercayaan dan segala aturan yang telah disepakati. Komit untuk menjaga ikrar pernikahan, artinya kita sepakat untuk saling setia, untuk saling menghargai, menghormati dan menjaga nilai suci pernikahan.


3. Komunikasi yang Teratur dan Jujur

Atur komunikasi sedemikian rupa, tanpa harus mengganggu aktivitas masing-masing. Selalu berusaha untuk update informasi, sehingga si dia merasa terlibat dalam setiap kegiatan penting yang sedang berlangsung. Hal ini akan membuat dirinya merasa seolah berada di antara kita [orang-orang yang dicintainya]. Kami biasanya menggunakan Skype untuk komunikasi secara audio-visual. Selain suara yang bening, biasanya visual look-nya juga oke banget tuh. Jadi serasa si dia berada di depan mata gitu lho. :)

4. Atur Jadwal Kunjungan

Nah, ini juga sangat penting. Walau teknologi telah demikian canggih, di mana kita sudah dapat berkomunikasi secara audio visual dengan sang kekasih hati, namun kehadirannya secara nyata, tentulah sebuah kebutuhan. Untuk itu, skedulkan rencana kunjungan secara berkala, agar kebersamaan dapat terasa nyata, dan menyegarkan kembali hubungan yang telah terentang oleh jarak selama ini.


5. Persiapkan Kejutan-kejutan kecil/Surprise bagi pasangan.

Hal ini, diperlukan untuk menumbuhkan dan memupuk kembali bunga-bunga cinta. Misalnya, muncul mendadak [kunjungan di luar dugaan], itu tentu akan menjadi surprise yang menyenangkan bagi suami atau istri. Tentunya sebelum mengadakan kunjungan dadakan ini, terlebih dahulu harus memastikan apakah si istri atau suami berada di tempat atau tidak. Jadi, tetap harus dicek terlebih dahulu agar kejutan ini tidak berakhir sia-sia. Atau, mengirimkan bunga digital via email, disertai sapaan selamat pagi atau sapaan-sapaan manis lainnya.

Well, Sobats, semoga sharing ini dapat memperkaya khasanah tips dalam berhubungan jarak jauh bagi pasangan-pasangan yang sedang berada dalam situasi ini, yaaa. Semoga bermanfaat!




Tulisan ini diikutsertakan untuk GA dalam rangka 

Sabtu, 08 Juni 2013

Cara Alami Atasi Ejakulasi Dini


credit
Cara Alami Atasi Ejakulasi Dini. Setiap suami/pria, pasti ingin banget tampil macho, perkasa dan MAMPU memberikan kebahagiaan lahir dan batin bagi istri/pasangannya. Bicara tentang kebahagiaan batin, ternyata banyak pria yang akhirnya tersandung oleh sebuah disfungsi seksual bernama Ejakulasi Dini atau seringnya disingkat dengan ED saja. Kesandung ED, otomatis membuat harga diri sang pria menurun, keharmonisan rumah tangga juga menipis akibat senyum sang istri yang juga mulai sinis. Namun yang paling menyedihkan adalah, banyak pria yang tak gampang untuk terbuka tentang permasalahan yang satu ini, sehingga akan sulit pula baginya dalam menyembuhkan diri. Tak jarang pula yang hanya pasrah, dan berharap si istri mampu menerima keadaan ini dengan lapang dada. Duuuh!

Di capture dari sini
Aku sungguh sepakat dengan cuplikan kalimat yang aku captured dari sebuah blog sahabat yang mengulas tentang hal ini, karena, ditinjau dari segi apapun, sebuah rumah tangga, tak akan berjalan harmonis dan bahagia, jika masalah seks keduanya [suami-istri] mengalami hambatan. Ya enggak, Sobs?

Bicara tentang ED, jelas aku bukanlah ahlinya, namun curhatan dan pertanyaan beberapa sahabat, terutama akhir bulan ini, tentang bagaimana cara meng-handle problema yang tak bisa dianggap enteng ini, akhirnya menarik minatku untuk brol-ngobrol dengan beberapa teman yang lebih 'ngeh' tentang hal ini, dan tentunya juga 'bertamu' ke rumah Mbah Google. Dan Alhamdulillahnya, simbah yang baik hati ini, walau dengan mata redup karena tinggal dua watt lagi, tetap dengan penuh senyuman memberiku beberapa link sebagai referensi.

"Nih, coba kamu ramu yang apik informasi ini ya, Nduk, biar bermanfaat bagi sesama." Begitu deh petuahnya.

Dan pulanglah aku dengan membawa sekeranjang informasi, siap untuk dikupas tuntas dan kok tiba-tiba jadi keingat masa-masa bikin makalah ilmiah waktu di kampus, puluh tahun lalu ya? Haha. #Gayaaa! Yuk ah, mari kita mulai aja yuk.

Ejakulasi dini atau dikenal juga dengan istilah ED merupakan disfungsi seksual yang banyak dialami kaum pria, di samping disfungsi ereksi. Tetapi pada awalnya banyak pria yang mengalami ejakulasi dini tidak menyadari bahwa itu termasuk gangguan fungsi seksual. Mereka hanya merasa dan mengeluh pada dirinya sendiri, mengapa ejakulasinya terlampau cepat terjadi. Ejakulasi dini ditentukan oleh mampu tidaknya pria mengendalikan ejakulasi agar terjadi sesuai dengan keinginannya. ~ Wikipedia

Apa sih Penyebab Ejakulasi Dini?

Faktor psikofisiologik, ditengarai sebagai faktor utama penyebab kaum pria mengalami Ejakulasi Dini. Berkurangnya keharmonisan hubungan suami istri, perasaan tidak senang terhadap pasangannya dan rasa takut terhadap wanita, perasaan cemas terhadap berbagai hal, juga merupakan pemicu timbulnya Ejakulasi Dini.

Selain hal di atas, ternyata nih, Sobs, kebiasaan mencapai orgasme dan ejakulasi yang secara tergesa-gesa sebelumnya, juga ditengarai sebagai penyebab ED lho. Tak hanya itu, kurang berfungsinya serotonin [suatu bahan neurotransmiter] yang berfungsi menghambat ejakulasi serta gangguan kontrol syaraf yang mengatur peristiwa ejakulasi [hipersensitivitas refleks ejakulasi] juga menjadi masalah utama penyebab terjadinya ED.

Pria dengan disfungsi ereksi pada umumnya mengalami ejakulasi dini. Sebaliknya, pria dengan ejakulasi dini pada akhirnya dapat mengalami disfungsi ereksi.

Klasifikasi Ejakulasi Dini

Ternyata nih, Sobs, ED terbagi atas tiga jenis lho. Ada yang disebut sebagai ED Ringan, Sedang dan Berat.

ED Ringan --> Ejakulasi terjadi setelah beberapa kali gesekan singkat.

ED Sedang --> Ejakulasi terjadi setelah organ intim pria masuk ke dalam organ intim wanita

ED Berat --> Ejakulasi terjadi begitu organ intim pria menyentuh organ intim wanita bagian luar.

Cara Mengatasi Ejakulasi Dini


Nah, yuk kita intip beberapa informasi menarik tentang cara mengatasi 'penyakit' yang paling sering bikin kaum Adam resah gelisah ini yuk. :). Dan karena ini adalah konten dewasa, maka dimohon sangat untuk mengontrol alam fikirnya agar tidak masuk ke ranah pemikiran vulgar ya, Sobs! Karena uraian selanjutnya tentang cara atasi ED, tak dapat dihindari, akan menggunakan kalimat dan uraian yang teramat sangat 'dewasa', so prepare your mind, to keep in the logframe of the discussion, ok?


Pada dasarnya, ada tiga cara yang dapat ditempuh guna mengatasi ED, yaitu seks therapy, penggunaan obat-obatan, dan operasi syaraf. Dan dari ketiga cara tersebut, cara pertama dan kedua adalah yang paling sering ditempuh. Sementara untuk cara yang ketiga, meskipun pernah dilakukan di negara-negara tertentu, namun belum banyak diikuti dan tidak begitu populer.

Cara Pertama : Seks Therapy.

Ada beberapa teknik yang bisa dipakai untuk mengatasi ED secara Seks Therapy, baik dilakukan sendiri oleh yang bersangkutan atau dengan bantuan pasangannya/istri.

1. Teknik Squeeze.

Mungkin sudah sering ya, mendengar teknik ini? Atau ada yang malah bengong dan bertanya-tanya, gimana sih itu tekniknya? :)
Teknik ini adalah sebuah teknik yang dipraktekkan langsung oleh yang bersangkutan/suami untuk meredam/menunda ejakulasinya, dengan cara mengeluarkan si Mr. Happy saat ingin ejakulasi, lalu pegang dan remas bagian pangkal 'kepalanya'. Tekanan yang dilakukan itu akan menahan/tunda sperma untuk 'keluar'.

2. Teknik Cinta Dukungan sang Istri [jiaaah, ini nama bikinanku sendiri lho ya, hihi].

Teknik ini aku copy langsung dari wikipedia, tentunya dengan gubahan gaya bahasa agar match dengan gaya bahasa blog ini, dan karena tidak diberi nama, maka teknik ini aku namakan sebagai teknik cinta dukungan sang istri, karena teknik ini butuh support penuh dari pasangan/istri. Caranya adalah;
  1. Minta agar suami berbaring telentang, eits, kok malah senyum?, lalu istri, dengan tangannya yang lembut, mulai mengelus dan mempermainkan tangannya naik turun pada 'batang' Mr. Happy-nya suami. Lakukan dengan penuh perasaan hingga suami merasa terpancing hingga ingin ejakulasi dan orgasme.
  2. Pada saat suami merasa ingin orgasme dan ejakulasi, istri melakukan penekanan pada Mr. Happy dengan menggunakan ibu jari, telunjuk dan jari tengah, selama beberapa detik untuk menghambat terjadinya ejakulasi. --> sebenarnya ini juga teknik squeeze yaa? 
  3. Istri mempermainkan jari jemarinya, naik turun pada 'batang' Mr. Happy sampai terjadi ereksi yang cukup, lalu segera memasukkannya ke dalam Mrs. Cheerful-nya dalam posisi istri di atas tanpa melakukan gerakan. Bila suami merasa akan ejakulasi, istri segera mengangkat tubuhnya dan melakukan penekanan pada Mr. Happy seperti pada langkah kedua. Selanjutnya rangsangan dengan gerakan naik turun [shaking] diulang lagi, dan dilanjutkan dengan hubungan seksual seperti di atas.
  4. Lakukan langkah ini dalam beberapa hari latihan, dan selanjutnya tingkatkan dengan posisi yang berbeda. Misalnya dengan mengizinkan suami melakukan tekanan untuk mempertahankan ereksinya selama melakukan hubungan seksual dengan posisi istri di atas.
  5. Jika suami telah mampu mengontrol ejakulasinya, maka cobalah posisi lainnya lagi, misalnya berhubungan intim dengan posisi samping. Jika dengan posisi ini suami mampu menahan ejakulasi, maka hubungan seksual dapat dilakukan dalam posisi suami di atas. Dan seterusnya. 


3. Penggunaan alat bantu [Kondom].


Lapisan kondom yang menutupi Mr. Happy, dipercaya dapat membantu menyembuhkan ED? How? Karena lapisan ini akan menutupi Mr. Happy dan membuat daya rangsang yang diterimanya dari gesekan dengan Mrs. Cheerful berkurang, sehingga akan berefek tertundanya ejakulasi.


4. Masturbasi


Walaupun sering dianggap sebagai penyebab timbulnya masalah ED, namun ada kalanya, Masturbasi malah dapat dijadikan sebagai salah satu media penyembuh ED itu sendiri lho. Dengan catatan, masturbasi yang dilakukan tidaklah tergesa-gesa. Dengan cara yang tidak tergesa-gesa, maka diharapkan masturbasi dapat mengajarkan pria tentang respons seksual pada tubuhnya.


5. Senam Kegel [Otot Dasar Panggul]



Cara melakukan senam Kegel [dikutip langsung dari sumbernya, yang sayangnya sekarang ini malah sudah ga bisa dibuka lagi. Jadi daripada jadi broken link, linknya tak remove ya! Hehe]

  • Senam kegel sangat mudah dilakukan dimana saja dan tanpa seorang pun tahu
  • Langkah pertama, posisi duduk atau berbaring, cobalah untuk mengkontraksikan otot panggul dengan cara yang sama ketika kita menahan kencing. Anda harus dapat merasakan otot panggul anda meremas uretra dan anus. Apabila otot perut atau bokong juga mengeras maka anda tidak berlatih dengan otot yang benar
  • Ketika anda sudah menemukan cara yang tepat untuk mengkontraksikan otot panggul maka lakukan kontraksi selama 10 detik, kemudian istirahat selama 10 detik
  • Lakukan latihan ini berulang-ulang sampai 10-15 kali per sesi. Sebaiknya latihan ini dilakukan 3 kali sehari
  • Latihan kegel hanya efektif bila dilakukan secara teratur dan baru terlihat hasilnya 8-12 minggu latihan teratur
Cara melakukan atau melatih otot panggul ini memang dikondisikan seperti menahan kencing, namun bukan berarti dilakukan ketika sedang buang air kecil lho ya!

Cara Kedua : Penggunaan Obat-obatan.


Nah, cara yang kedua ini, tentu diperlukan konsultasi yang benar dengan dokter yang tepat. Begitu juga jika ingin menggunakan obat-obatan herbal, konsultasikan terlebih dahulu dengan ahlinya, sebelum Sobats memutuskan untuk mencoba cara ini.


Cara Ketiga: Operasi Syaraf terkait.


Seperti yang telah disebutkan di awal tadi, meskipun cara ini pernah dilakukan di beberapa negara, dan berhasil, namun metode pengobatan yang terakhir ini, masih kurang populer.


Well, Sobs, postingan ini sudah terlalu panjang, semoga bermanfaat bagi yang membutuhkan yaaaa. Selamat mencoba [tentu saja bagi yang memerlukannya. :].

sebuah catatan yang ditulis dalam rangka memenuhi permintaan beberapa sahabat,
yang tau persis bahwa aku bukan ahlinya, tapi mengandalkan aku dalam hal pengumpulan informasi, dan pengolahan informasi tersebut,  menjadi sebuah bacaan informatif. Semoga bermanfaat!

Al, Bandung, 8 Juni 2013

sumber referensi:  
http://id.wikipedia.org/wiki/Ejakulasi_dini
http://wolipop.detik.com/read/2013/03/01/130233/2183162/227/cara-alami-atasi-ejakulasi-dini-teknik-squeeze-hingga-masturbasi?u18=1
http://blogedek.blogspot.com/2012/10/cara-teknik-ampuh-mengatasi-ejakulasi-dini.html
http://www.bercahaya.com/cara-mengatasi-ejakulasi-dini-dengan-teknik-squeeze/
http://seks.klikdokter.com/tanyajawab.php?id=10304


Ayam Tangkap Khas Aceh ala So Good

Bagi yang sering main ke Aceh, khususnya Banda Aceh, pasti sudah familiar deh dengan kulinari yang satu ini. Yes, ayam tangkap khas aceh. Ra...