Tampilkan postingan dengan label Healthy Sexual-Life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Healthy Sexual-Life. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Juni 2013

Cara Alami Atasi Ejakulasi Dini


credit
Cara Alami Atasi Ejakulasi Dini. Setiap suami/pria, pasti ingin banget tampil macho, perkasa dan MAMPU memberikan kebahagiaan lahir dan batin bagi istri/pasangannya. Bicara tentang kebahagiaan batin, ternyata banyak pria yang akhirnya tersandung oleh sebuah disfungsi seksual bernama Ejakulasi Dini atau seringnya disingkat dengan ED saja. Kesandung ED, otomatis membuat harga diri sang pria menurun, keharmonisan rumah tangga juga menipis akibat senyum sang istri yang juga mulai sinis. Namun yang paling menyedihkan adalah, banyak pria yang tak gampang untuk terbuka tentang permasalahan yang satu ini, sehingga akan sulit pula baginya dalam menyembuhkan diri. Tak jarang pula yang hanya pasrah, dan berharap si istri mampu menerima keadaan ini dengan lapang dada. Duuuh!

Di capture dari sini
Aku sungguh sepakat dengan cuplikan kalimat yang aku captured dari sebuah blog sahabat yang mengulas tentang hal ini, karena, ditinjau dari segi apapun, sebuah rumah tangga, tak akan berjalan harmonis dan bahagia, jika masalah seks keduanya [suami-istri] mengalami hambatan. Ya enggak, Sobs?

Bicara tentang ED, jelas aku bukanlah ahlinya, namun curhatan dan pertanyaan beberapa sahabat, terutama akhir bulan ini, tentang bagaimana cara meng-handle problema yang tak bisa dianggap enteng ini, akhirnya menarik minatku untuk brol-ngobrol dengan beberapa teman yang lebih 'ngeh' tentang hal ini, dan tentunya juga 'bertamu' ke rumah Mbah Google. Dan Alhamdulillahnya, simbah yang baik hati ini, walau dengan mata redup karena tinggal dua watt lagi, tetap dengan penuh senyuman memberiku beberapa link sebagai referensi.

"Nih, coba kamu ramu yang apik informasi ini ya, Nduk, biar bermanfaat bagi sesama." Begitu deh petuahnya.

Dan pulanglah aku dengan membawa sekeranjang informasi, siap untuk dikupas tuntas dan kok tiba-tiba jadi keingat masa-masa bikin makalah ilmiah waktu di kampus, puluh tahun lalu ya? Haha. #Gayaaa! Yuk ah, mari kita mulai aja yuk.

Ejakulasi dini atau dikenal juga dengan istilah ED merupakan disfungsi seksual yang banyak dialami kaum pria, di samping disfungsi ereksi. Tetapi pada awalnya banyak pria yang mengalami ejakulasi dini tidak menyadari bahwa itu termasuk gangguan fungsi seksual. Mereka hanya merasa dan mengeluh pada dirinya sendiri, mengapa ejakulasinya terlampau cepat terjadi. Ejakulasi dini ditentukan oleh mampu tidaknya pria mengendalikan ejakulasi agar terjadi sesuai dengan keinginannya. ~ Wikipedia

Apa sih Penyebab Ejakulasi Dini?

Faktor psikofisiologik, ditengarai sebagai faktor utama penyebab kaum pria mengalami Ejakulasi Dini. Berkurangnya keharmonisan hubungan suami istri, perasaan tidak senang terhadap pasangannya dan rasa takut terhadap wanita, perasaan cemas terhadap berbagai hal, juga merupakan pemicu timbulnya Ejakulasi Dini.

Selain hal di atas, ternyata nih, Sobs, kebiasaan mencapai orgasme dan ejakulasi yang secara tergesa-gesa sebelumnya, juga ditengarai sebagai penyebab ED lho. Tak hanya itu, kurang berfungsinya serotonin [suatu bahan neurotransmiter] yang berfungsi menghambat ejakulasi serta gangguan kontrol syaraf yang mengatur peristiwa ejakulasi [hipersensitivitas refleks ejakulasi] juga menjadi masalah utama penyebab terjadinya ED.

Pria dengan disfungsi ereksi pada umumnya mengalami ejakulasi dini. Sebaliknya, pria dengan ejakulasi dini pada akhirnya dapat mengalami disfungsi ereksi.

Klasifikasi Ejakulasi Dini

Ternyata nih, Sobs, ED terbagi atas tiga jenis lho. Ada yang disebut sebagai ED Ringan, Sedang dan Berat.

ED Ringan --> Ejakulasi terjadi setelah beberapa kali gesekan singkat.

ED Sedang --> Ejakulasi terjadi setelah organ intim pria masuk ke dalam organ intim wanita

ED Berat --> Ejakulasi terjadi begitu organ intim pria menyentuh organ intim wanita bagian luar.

Cara Mengatasi Ejakulasi Dini


Nah, yuk kita intip beberapa informasi menarik tentang cara mengatasi 'penyakit' yang paling sering bikin kaum Adam resah gelisah ini yuk. :). Dan karena ini adalah konten dewasa, maka dimohon sangat untuk mengontrol alam fikirnya agar tidak masuk ke ranah pemikiran vulgar ya, Sobs! Karena uraian selanjutnya tentang cara atasi ED, tak dapat dihindari, akan menggunakan kalimat dan uraian yang teramat sangat 'dewasa', so prepare your mind, to keep in the logframe of the discussion, ok?


Pada dasarnya, ada tiga cara yang dapat ditempuh guna mengatasi ED, yaitu seks therapy, penggunaan obat-obatan, dan operasi syaraf. Dan dari ketiga cara tersebut, cara pertama dan kedua adalah yang paling sering ditempuh. Sementara untuk cara yang ketiga, meskipun pernah dilakukan di negara-negara tertentu, namun belum banyak diikuti dan tidak begitu populer.

Cara Pertama : Seks Therapy.

Ada beberapa teknik yang bisa dipakai untuk mengatasi ED secara Seks Therapy, baik dilakukan sendiri oleh yang bersangkutan atau dengan bantuan pasangannya/istri.

1. Teknik Squeeze.

Mungkin sudah sering ya, mendengar teknik ini? Atau ada yang malah bengong dan bertanya-tanya, gimana sih itu tekniknya? :)
Teknik ini adalah sebuah teknik yang dipraktekkan langsung oleh yang bersangkutan/suami untuk meredam/menunda ejakulasinya, dengan cara mengeluarkan si Mr. Happy saat ingin ejakulasi, lalu pegang dan remas bagian pangkal 'kepalanya'. Tekanan yang dilakukan itu akan menahan/tunda sperma untuk 'keluar'.

2. Teknik Cinta Dukungan sang Istri [jiaaah, ini nama bikinanku sendiri lho ya, hihi].

Teknik ini aku copy langsung dari wikipedia, tentunya dengan gubahan gaya bahasa agar match dengan gaya bahasa blog ini, dan karena tidak diberi nama, maka teknik ini aku namakan sebagai teknik cinta dukungan sang istri, karena teknik ini butuh support penuh dari pasangan/istri. Caranya adalah;
  1. Minta agar suami berbaring telentang, eits, kok malah senyum?, lalu istri, dengan tangannya yang lembut, mulai mengelus dan mempermainkan tangannya naik turun pada 'batang' Mr. Happy-nya suami. Lakukan dengan penuh perasaan hingga suami merasa terpancing hingga ingin ejakulasi dan orgasme.
  2. Pada saat suami merasa ingin orgasme dan ejakulasi, istri melakukan penekanan pada Mr. Happy dengan menggunakan ibu jari, telunjuk dan jari tengah, selama beberapa detik untuk menghambat terjadinya ejakulasi. --> sebenarnya ini juga teknik squeeze yaa? 
  3. Istri mempermainkan jari jemarinya, naik turun pada 'batang' Mr. Happy sampai terjadi ereksi yang cukup, lalu segera memasukkannya ke dalam Mrs. Cheerful-nya dalam posisi istri di atas tanpa melakukan gerakan. Bila suami merasa akan ejakulasi, istri segera mengangkat tubuhnya dan melakukan penekanan pada Mr. Happy seperti pada langkah kedua. Selanjutnya rangsangan dengan gerakan naik turun [shaking] diulang lagi, dan dilanjutkan dengan hubungan seksual seperti di atas.
  4. Lakukan langkah ini dalam beberapa hari latihan, dan selanjutnya tingkatkan dengan posisi yang berbeda. Misalnya dengan mengizinkan suami melakukan tekanan untuk mempertahankan ereksinya selama melakukan hubungan seksual dengan posisi istri di atas.
  5. Jika suami telah mampu mengontrol ejakulasinya, maka cobalah posisi lainnya lagi, misalnya berhubungan intim dengan posisi samping. Jika dengan posisi ini suami mampu menahan ejakulasi, maka hubungan seksual dapat dilakukan dalam posisi suami di atas. Dan seterusnya. 


3. Penggunaan alat bantu [Kondom].


Lapisan kondom yang menutupi Mr. Happy, dipercaya dapat membantu menyembuhkan ED? How? Karena lapisan ini akan menutupi Mr. Happy dan membuat daya rangsang yang diterimanya dari gesekan dengan Mrs. Cheerful berkurang, sehingga akan berefek tertundanya ejakulasi.


4. Masturbasi


Walaupun sering dianggap sebagai penyebab timbulnya masalah ED, namun ada kalanya, Masturbasi malah dapat dijadikan sebagai salah satu media penyembuh ED itu sendiri lho. Dengan catatan, masturbasi yang dilakukan tidaklah tergesa-gesa. Dengan cara yang tidak tergesa-gesa, maka diharapkan masturbasi dapat mengajarkan pria tentang respons seksual pada tubuhnya.


5. Senam Kegel [Otot Dasar Panggul]



Cara melakukan senam Kegel [dikutip langsung dari sumbernya, yang sayangnya sekarang ini malah sudah ga bisa dibuka lagi. Jadi daripada jadi broken link, linknya tak remove ya! Hehe]

  • Senam kegel sangat mudah dilakukan dimana saja dan tanpa seorang pun tahu
  • Langkah pertama, posisi duduk atau berbaring, cobalah untuk mengkontraksikan otot panggul dengan cara yang sama ketika kita menahan kencing. Anda harus dapat merasakan otot panggul anda meremas uretra dan anus. Apabila otot perut atau bokong juga mengeras maka anda tidak berlatih dengan otot yang benar
  • Ketika anda sudah menemukan cara yang tepat untuk mengkontraksikan otot panggul maka lakukan kontraksi selama 10 detik, kemudian istirahat selama 10 detik
  • Lakukan latihan ini berulang-ulang sampai 10-15 kali per sesi. Sebaiknya latihan ini dilakukan 3 kali sehari
  • Latihan kegel hanya efektif bila dilakukan secara teratur dan baru terlihat hasilnya 8-12 minggu latihan teratur
Cara melakukan atau melatih otot panggul ini memang dikondisikan seperti menahan kencing, namun bukan berarti dilakukan ketika sedang buang air kecil lho ya!

Cara Kedua : Penggunaan Obat-obatan.


Nah, cara yang kedua ini, tentu diperlukan konsultasi yang benar dengan dokter yang tepat. Begitu juga jika ingin menggunakan obat-obatan herbal, konsultasikan terlebih dahulu dengan ahlinya, sebelum Sobats memutuskan untuk mencoba cara ini.


Cara Ketiga: Operasi Syaraf terkait.


Seperti yang telah disebutkan di awal tadi, meskipun cara ini pernah dilakukan di beberapa negara, dan berhasil, namun metode pengobatan yang terakhir ini, masih kurang populer.


Well, Sobs, postingan ini sudah terlalu panjang, semoga bermanfaat bagi yang membutuhkan yaaaa. Selamat mencoba [tentu saja bagi yang memerlukannya. :].

sebuah catatan yang ditulis dalam rangka memenuhi permintaan beberapa sahabat,
yang tau persis bahwa aku bukan ahlinya, tapi mengandalkan aku dalam hal pengumpulan informasi, dan pengolahan informasi tersebut,  menjadi sebuah bacaan informatif. Semoga bermanfaat!

Al, Bandung, 8 Juni 2013

sumber referensi:  
http://id.wikipedia.org/wiki/Ejakulasi_dini
http://wolipop.detik.com/read/2013/03/01/130233/2183162/227/cara-alami-atasi-ejakulasi-dini-teknik-squeeze-hingga-masturbasi?u18=1
http://blogedek.blogspot.com/2012/10/cara-teknik-ampuh-mengatasi-ejakulasi-dini.html
http://www.bercahaya.com/cara-mengatasi-ejakulasi-dini-dengan-teknik-squeeze/
http://seks.klikdokter.com/tanyajawab.php?id=10304


Selasa, 11 Desember 2012

Kondom dan trauma paska kelahiran

Sebuah sms memecah keheningan dan membuatku sedikit terusik dari konsentrasi dan tatapan mata yang sejak tadi terpatri ke layar monitor. Review tentang strategic plan organisasi yang hendak aku dan teman-teman bentuk, sedang mendesak untuk segera di'telor'kan.

Kuraih simungil Ory, dan sebuah sms dari seorang sahabat otomatis menyunggingkan senyum simpul di bibirku. Untung aku sedang sendiri, jadi tidak mengusik teman lainnya yang pasti akan merasa aneh melihat senyuman ini.

Al, kondom itu seperti apa???? Hehe

Kuyakin alisku sedikit meninggi, namun aku tak heran dengan pertanyaan ini mengingat kemarin kami masih diskusi tentang hal ini. Memang bukan soal kondom sih, tapi tentang trauma paska kelahiran yang kini sepertinya sedang mendera si sahabatku nun jauh di pulau Sumatera sana. Kedekatanku dengannya tentu membuatnya feel free to discuss her problem with me. Hanya saja, pertanyaan dalam sms itu membuatku tersenyum sendiri, sudah sedewasa itu belum pernah melihat kondom? hihi

Sejak melahirkan tiga bulan lalu, Anie, merasakan ada yang aneh dan tidak kembali ke dalam dirinya. Jika dulu dia bisa bercinta dengan penuh gairah dengan sang suami, kini rasa itu memudar bahkan hilang sama sekali. Yang lebih memprihatinkan, bahkan V nya sama sekali tidak siap untuk di'kunjungi' oleh mr. P. Dan tentu hal itu membuat psikologinya juga terganggu. Kuatir dan resah karena jelas hal itu akan membuat sang suami kecewa.

Memang sih, rasa cintanya pada sang suami, masih sebesar dulu, bahkan kini lebih besar. Namun untuk bermesraan, beromantisme, kok iya hatinya sulit banget diajak kompromi. Lebih parahnya lagi,  walau telah melakukan berbagai upaya, misalnya dengan memvariasikan metode foreplay, tetap saja tak mampu memancing cairan lubrikasi di V nya merebak. Area vital itu tetap saja kering kerontang dan menimbulkan rasa nyeri kala disentuh. Alhasil, keduanya kebingungan dan tak tau harus berbuat apa.

Keduanya tentu kuatir, karena pastinya hal ini akan berimbas pada keharmonisan rumah tangganya nanti. Dan karenanya Anie mencoba berdiskusi denganku. Sik sik.... emang aku ini siapa? aku kan hanya seorang chemical engineer! Duh, salah alamat nih temanku!

Obrolan kemarin pun berlanjut, on phone. Kujelaskan padanya bahwa sebenarnya hal itu lumrah lho. Bahkan ada penelitian yang menemukan bahwa istri baru bisa 'melayani' suaminya dengan nyaman kembali setelah 6 bulan kelahiran! Duh, lama teunan yo? Syndrome ini [merasa sulit untuk berhubungan kembali dengan suami] dikenal sebagai ganggungan dsypareunia atau rasa nyeri waktu senggama. Penyebabnya biasanya adalah karena:
  1. Terbentuknya jaringan baru pasca melahirkan karena proses penyembuhan luka guntingan jalan lahir masih sensitif sehingga kondisi alat reproduksi belum kembali seperti semula. 
  2. Adanya infeksi, bisa disebabkan karena bakteri, virus atau jamur.
  3. Adanya penyakit dalam kandungan [tumor, dll]
  4. Konsumsi jamu. Jamu-jamu ini mengandung zat-zat yang memiliki sifat astingents yang berakibat menghambat produksi cairan lubrikasi pada V saat seorang wanita terangsang seksual
  5. Faktor psikologis yaitu kecemasan yang berlebihan turut berperan seperti:
  • Kurang siap secara mental untuk berhubungan seks [persepsi salah tentang seks, dll]
  • Adanya trauma masa lalu [fisik, seks]
  • Tipe kepribadian yang kurang fleksibel
  • Komunikasi suami istri kurang baik sehingga biasanya istri 'malas' melakukan hubungan seks. Kurangnya foreplay sehingga belum terjadi lubrikasi saat penetrasi P. Jika foreplay dan lubrikasi sudah cukup, namun masih nyeri juga, saatnya anda mendatangi klinik yang melayani kesehatan sex wanita atau datanglah ke dokter kandungan.  sumber dari sini

Itulah beberapa topik bahasan yang kami obrolkan lewat telefon kemarin, plus beberapa tips yang aku berikan agar kemesraan mereka bisa terpancing kembali. Dan pagi ini, sepertinya salah satu tips yang mereka pilih adalah dengan juga menggunakan si kondom itu.

Lalu mengapa harus menggunakan kondom? Apa sih kondom itu dan apa manfaatnya?
Well, yuk kita lihat satu persatu yuk.

pict grabbed from here
Kondom [Condom] adalah alat pembungkus penis yang telah dicoba berabad-abad dan telah ditemukan sejak zaman Mesir Kuno sebagai alat pelindung penis. sumber dari sini

Selain sebagai salah satu alat kontrasepsi, ternyata benda yang satu ini juga disinyalir dapat digunakan untuk mempermudah penis memasuki area vagina yang kering. Kok bisa? Ya karena pada kondom juga terdapat cairan/lubrikan yang tentunya akan membantu melicinkan jalan masuk tadi.

Kondom terbuat dari bahan karet atau lateks atau bahan lainnya seperti plastik. Namun kondom yang ada di Indonesia saat ini adalah yang terbuat dari karet atau lateks yang mampu mencegah pertemuan sperma dengan sel telur/ovum saat suami istri berhubungan intim. Selain itu, secara klinis, bahan ini efektif mampu mencegah penularan penyakit akibat hubungan seksual.

Kondom itu sendiri sebenarnya tak hanya untuk konsumsi kaum pria lho sobs. Tapi juga tersedia bagi para wanita. Aneh? aku sendiri sih belum pernah mencoba dan ga ingin mencobanya... :D
Namun ga ada salahnya kita coba lihat perbedaan yang ada diantara keduanya yuk....

Kondom pria
  1. Kondom pria lebih mudah didapatkan dan tersedia dengan berbagai variasi rasa dan bentuk
  2. Harga kondom pria relatif lebih murah
  3. Kondom pria dianggap lebih efektif ketimbang kondom wanita, dengan efektivitas 85 persen untuk mencegah kehamilan.
  4. Kondom pria digunakan tepat sebelum berhubungan seksual
  5. Kondom pria memiliki cincin yang ketat di ujung, yang dimaksudkan untuk memudahkan pemakaian kondom pada penis.
  6. Harus disimpan dengan hati-hati, jauh dari benda tajam, panas dan lembab, karena mudah rusak.
  7. Mudah rusak bila digunakan dengan pelumas berbahan minyak.

Kondom wanita
credit from here
  1. Efektif mencegah kehamilan sebesar 75 persen
  2. Terdapat 2 cincin di bagian dalam dan luar. Cincin bagian dalam membantu penggunaan (penyisipan masuk ke dalam vagina) dan menjaga kondom tetap di tempatnya selama berhubungan seksual. Sedangkan cincin bagian luar berfungsi mencegah kondom tergelincir masuk ke vagina.
  3. Penggunaan kondom wanita tidak bergantung pada ereksi pria, sehingga dapat dimasukkan ke dalam vagina hingga 8 jam sebelum hubungan seksual.
  4. Kondom wanita terbuat dari polyurethane atau nitril, yang membuatnya kuat dan tahan lama.
  5. Tak perlu menyimpannya dalam kondisi khusus karena tahan terhadap kelembaban dan suhu tinggi.
  6. Bisa digunakan bersamaan dengan pelumas, baik yang berbahan dasar air maupun minyak.
  7. Kondom wanita tidak boleh digunakan bersamaan dengan kondom pria karena bisa rusak selama hubungan seksual akibat gesekan.  Sumber dari sini
Keduanya tentu memiliki sisi positif dan negatif. Terserah kepada para pengguna ingin pilih yang mana. Bahkan ada banyak pria yang masih beranggapan bahwa menggunakan kondom itu justru akan mengurangi kenikmatan yang mereka rasakan saat ber'aktivitas seksual' tersebut. Benarkah begitu? Atau rasa itu muncul akibat sugesti yang telah tertanam begitu kuat, bahwa menggunakan kondom membuat kulit mr. P akan terlapisi sehingga tidak bisa kontak langsung dengan area V? Jawabannya tentu akan terpulang kembali kepada para pihak yang bersangkutan. :). Ini semua tentang kebutuhan dan preferensi, semua tergantung dan terpulang kembali kepada anda. :)

Namun kalo ditanya ke saya mah, mungkin menggunakan kondom adalah salah satu alternatif yang patut dicoba bagi anda atau pasangan anda yang sedang mengalami dsypareunia atau rasa nyeri waktu senggama.

Well sobats, semoga sharing siang ini dapat berguna bagi yang membutuhkan yaaaa... I need to back to work. Have a great day!

Al, Bandung, 11 December 2012

Selasa, 25 Oktober 2011

tips sehat dalam berhubungan intim


untuk paragraf sebelumnya klik disini ya sobas....,

Wow… bener-bener lugu sahabat saya yang satu ini. Saya sungguh penasaran to know more her husband. Kayaknya sang misua jam terbangnya udah cukup tinggi nih.
Dan sobats? Jawaban apakah yang saya berikan?
Well, sebagai maestro (cieeee…., bukan saya lho yang mulai istilah ini, tapi beberapa teman dekat saya baik cewek maupun cowok), tentu saya cukup punya back up document regarding to these information. Jadi dengan pede (apalagi doi masih bener-bener culun kan? So salah2 dikit dia pasti ga akan tau, hihihi) mulai saya bahas kasus ini (halah…kasus) dengan gamblang. Hm… cukup menarik sih sobats, karena kita pasti sepakat bahwa sex dan segala hal berkaitan dengan tiga huruf ini adalah sesuatu yang diam-diam maupun terang-terangan memang digandrungi oleh pasangan insan yang sedang bercinta, ya toh?
Nah berikut ini adalah cuplikan informasi yang ikut memperkaya pustaka ilmu (duuuh…pustaka ilmu bo’) sahabat saya tadi, yang sumbernya tentu saya dapatkan dari hasil search ke Oom Google yang dengan baik hati dan tidak sombong langsung menghantarkan beberapa link related to the topic. Diantaranya adalah tentang 10 manfaat dari berhubungan seks (link ini mengarah ke www.acehforum.or.id/10-manfaat-dari-t15272.html?s=44157e6b6ff4dea3d6b98f78ef85efc4&).

1. Seks Hilangkan Stres
Dari sebuah penelitian yang dilakukan di Skotlandia, diungkapkan bahwa seks dapat melepaskan seseorang dari stres. Saat berhubungan seks, tekanan darah akan menjadi normal, sehingga ketegangan yang terjadi pun akan. dan stres pun akan teratasi.

2. Seks Tingkatkan Daya Tahan Tubuh
Sebuah penelitian pernah dilakukan di Universitas Wilkes. Para peneliti itu menemukan bahwa seks merangsang daya tahan tubuh alami di produksi dalam tubuh. sehingga semakin sering Anda melakukan hubungan seks maka daya tahan tubuh Anda semakin bertambah.

3. Seks Atasi Kelebihan Berat Badan
Saat berhubungan seks selama setengah jam, sekitar 3.570 kalori terbakar. Bayangkan berapa banyak kalori yang terbakar saat Anda berhubungan seks rutin dengan pasangan. Kelebihan berat badan, bukan lagi masalah.

4. Seks Bikin Jantung Sehat
Sebuah penelitian di Inggris dapat membuktikan bahwa semakin sering seseorang berhubungan seks, maka berpengaruh pada kesehatan jantungnya.

5.Seks Tingkatkan Percaya Diri
Saat melakukan hubungan seks, seseorang akan merasa puas dengan dirinya. Oleh karena itu hubungan seks dapat meningkatkan rasa percaya diri seseorang.

6. Seks Tingkatkan Keintiman
Saat melakukan hubungan seks, ada hormon oksitosin yang diproduksi. Hormon tersebut biasa disebut hormon cinta yang dapat meningkatkan rasa percaya dan sayang terhadap pasangan. Semakin sering berhubungan seks, maka kemesraan Anda dengan pasangan semakin terjaga.

7. Seks Dapat Hilangkan Rasa Sakit
Selain dapat meningkatkan keintiman, hormon oksitosin juga dapat digunakan untuk menghilangkan rasa sakit secara alami.

8. Seks Kurangi Risiko Kanker Prostat
Ejakulasi pria saat melakukan hubungan seks dengan pasangannya akan mengurangi risiko terkena penyakit kanker prostat.

9. Seks Latih Dinding Vagina
Saat melakukan seks, otot di dinding vagina ikut terlatih seperti saat melakukan latihan kegel.

10. Seks Buat Tidur Lebih Nyenyak.
Jika seks dapat membuat saraf mengendur dan tekanan darah menjadi normal, otomatis tidur akan menjadi lebih nyenyak. Waktu serta siklus tidur Anda menjadi normal.

Yang perlu diingat, seks sehat adalah seks yang dilakukan dengan cara yang sehat juga. Lakukan seks dengan pasangan resmi Anda, dan tetap setia pada pasangan
Dan kemudian, diriku juga meng-update pengetahuan sahabat baikku tadi tentang the info of Oral Sex. Wow, ga kalah menarik nih. Tapi setelah menjelaskan secara lisan, diriku juga memberikan back up document yang lebih akurat yang diriku peroleh dari beberapa blog sahabat yang membahas tentang hal ini. Diantaranya adalah blognya mba ani di www.anied.theobenk.com
Dua suku kata itu (Oral Sex) pasti kesannya vulgar ya sobs? Tapi pasti banyak yang berminat untuk melanjutkan bacaan ini kan? Dan juga sebagai manusia dewasa, toh ga ada salahnya kita tahu lebih banyak tentang praktek yang satu ini. Yuuuk…

Mungkin ada di antara sobats yang suka dengan praktek yang satu ini dan berpendapat bahwa aktivitas ini paling aman dibandingkan yang lain? Memang, seks oral tidak akan membuat pasangan Anda hamil, karena tuan sperma dan nona ovarium tak sempat ketemu.
Tapi juga jangan keburu senang dulu. Seks oral ternyata tidak seratus persen aman alias bebas dari PMS alias Penyakit Menular Seksual.
Sama sekali tidak benar kalau ada pendapat yang menyatakan bahwa seseorang tidak akan tertular PMS karena seks oral. Tahu nggak kalau mulut manusia hanya dilapisi oleh jaringan yang sangat halus dan kurang elastis, tidak seperti liang senggama? Mukosa atau jaringan halus di mulut mudah sekali terluka dan bukan merupakan benteng yang kokoh terhadap datangnya tamu tak diundang, yakni bakteri dan virus.
Selain itu, mulut dan bibir lebih sering mengalami pecah-pecah, dan karenanya seseorang mudah tertular oleh penyakit melalui suatu hubungan seks oral. Klamidia, herpes genitalis, gonore, hepatitis B, HIV dan kutil pada alat kelamin (HPV) merupakan PMS yang paling sering ditularkan melalui kontak antara mulut dengan alat kelamin.
“Tapi saya sudah terlanjur suka dengan seks oral,” mungkin Anda bilang begitu. Nah, jika Anda adalah seorang yang aktif secara seksual, tak ada salahnya khan bila melakukan pemeriksaan PMS secara rutin.
Dengan demikian, Anda sejak dini dapat melihat atau merasakan gejala-gejala atau tanda umum yang menunjukkan bahwa Anda telah tertular PMS, misalnya berupa keluarnya cairan yang tidak biasa dari liang senggama (mudah-mudahan Anda tetap sehat dan tak terserang penyakit ini).
Tanda-tanda tersebut misalnya:

a.. Rasa nyeri saat buang air kecil atau saat melakukan hubungan badan
b.. Luka, gelembung, bisul, kutil, benjolan atau bintil-bintil merah di daerah sekitar alat kelamin
c.. Rasa gatal di daerah sekitar alat kelamin atau anus

Nah. bila Anda menjumpai tanda-tanda tersebut, jangan buang waktu, segera merapat ke dokter Anda.

Mulut dan Lidah merupakan bagian tubuh yang sensitif, Dengan keduanya kita dapat merasakan dan membaui tubuh pasangan karena mulut dan lidah memiliki persamaan dengan organ seks, yakni dipenuhi oleh ujung syaraf-syaraf yang sangat sensitif jika menerima rangsangan.

Karenanya Oral seks bisa menjadi salah satu alternatif kegiatan seks yang sangat mengasyikkan. Anda bisa menggunakan mulut, lidah dan bahkan gigi. Oral Seks merupakan praktek seksual yang sudah ada sejak jaman dahulu kala. Seperti seni erotis kuno bangsa jepang atau seks ala kamasutra.

Namun untuk melakukan aktifitas tersebut, sobats tentu perlu melakukan beberapa preparation in order to avoid the PMS kan? Jadi apa saja yang harus dilakukan? Yuk kita intip tips yang diberikan oleh sahabat www.dechacare.com/Oral-Seks-yang-Sehat-dan-Aman-I505.html berikut ini:

MANDI

Jika takut dengan bergabai kuman yang mungkin akan menimbulkan penyakit maka di sarankan untuk mandi dulu sebelum melaksanakan kegiatan seks. Selain untuk kebersihan tubuh, mandi juga akan menimbulkan rasa segar dan fresh sehingga bisa membuat perasaan menjadi rileks. Mandilah pakai sabun dan bersihkan organ vital anda sebersih mungkin.

PAKAI KONDOM

Bila takut terserang penyakit menular yang berbahaya seperti HIV, terutama jika melakukan kegiatan seks yang beriko tinggi misalnya melakukannya dengan orang lain yang bukan pasangan tetapnya (TAPI SEBAIKNYA USAHAKAN UNTUK TIDAK PERNAH BERGANTI PASANGAN, SETIALAH PADA PASANGAN ANDA), maka sebaiknya pakailah kondom. Memang melakukan oral seks dengan memakai kondom rasanya tidak puas tapi demi hal-hal yang tidak diingginkan maka pakai saja. Beritahukan jika anda mau ejakulasi agar sebaiknya melepaskan ejakulasinya di luar mulut.

MENCIUM KLITORIS

Menghisap Klitoris di bagian vagina dengan ringan namun menghindari kepala yang amat sensitif untuk saat-saat menggoda. Perhatikan reaksi pasangan selagi anda mencium organ seksnya. Silahkan menjilati klitoris pasangan tanpa ragu-ragu jika anda ingin memuaskan pasangan. Anda harus menerima seluruh bagian tubuhnya. Jika tidak maka anda bukanlah pecinta yang hebat.

FELLATIO

Tidak sedikit wanita yang merasa kikuk melakukan oral seks pada penis. Jika hal itu terjadi, maka bicarakan padanya tentang alat kelamin anda. Tunjukkan padanya tentang perasaan enak dan nyaman. Tetapi jangan paksakan pasangan memasukkan penis anda lebih dalam ke mulutnya. Tersedak atau keselak bisa terjadi jika sesuatu dipaksakan masuk ke tenggorokan. Ingat, jangan merasa di tolak jika pasangan anda tidak berkenan menelan sperma anda. Sebab sebagian wanita memang sulit menerimanya. Jika pasangan anda menolak melakukan oral seks jangan dipaksa, karena pemaksaan dalam seks sama saja dengan pelecehan seksual bahkan pemerkosaan.

Nah sobats, demikian beberapa tips dari hasil browsing pada Oom Google yang berhasil saya kumpulkan, mudah2an tidak hanya berguna bagi sahabat saya yang baru memasuki dunia indah perkawinan, tapi juga semoga bisa memperkaya khasanah ilmu pengetahuan kita tentang hal yang satu ini. Hari telah kian larut, mata ini terasa kian berat, so that is all for the moment, will keep inform you more in advance. OK sobs?

cheers,
alaika

Kamis, 10 Juni 2010

Seks Korban Mitos

Urusan seks adalah suatu hal menarik yang tak akan pernah redup diperbincangkan, dikejar dan ditaklukkan. Bahkan urusan ini telah dimulai dari awal mula manusia (Adam dan Hawa) diciptakan hingga kini dan nanti.

Bicara dan ekplorasi tentang kata yang tersusun dari empat huruf ini (SEKS) memang gak ada matinya, ga ada habisnya. Karenanya pula, pembicaraan tentangnya sengaja aku naikkan ke postingan ini, bersumber dari sebuah tulisan kece menghentak, karya dr. Hendrawan Nadesul, pengasuh rubric kesehatan dan penulis buku untuk “Intisari, edisi khusus Healthy Sexual Life 4”.

Begitu banyak pertanyaan tentang seks yang diam-diam digumamkan namun, tak mendapatkan banyak jawaban yang memuaskan. Jika dulu orang tersipu malu membincangkannya karena dibalut tabu, maka kini seks telah mulai lebih berani. Namun, tetap saja bikin orang terlanjur sesat karena mitos yang telah sekian lama menyelubunginya, Korbannya segala umur, dan tak mengenal jender apalagi strata. 


Seks sendiri sebetulnya netral. Individunya saja yang membuat seks tak lagi tampil merdeka. Kultur dan tradisi juga yang menyimpan seks tersiksa berada di dalam sangkar. Dulu seks dianggap dosa dan kotor hingga kanak-kanak dilarang menyentuh, apalagi bersahabat dengannya.

Ketika pendidikan seks atau apapun namanya seakan bukan halal, seks terasa diperlakukan tidak adil. Yang sesungguhnya kodrati alami jadi seperti penyakit sampar. Sejatinya, bukan seksnya yang batil, melainkan opini orang terhadap seks yang condong dilihat tidak bersih. Dari sana juga mitos seks bermunculan. Juga, kodrat seks kian rancu dicemari oleh ragam mitos yang berkembang di Barat maupun di Timur. Persepsi orang yang mengalir dalam apapun bentuk kulturnya sering melampaui akal sehat. Termasuk akal sehat medis.

Seks kemudian jadi absurd hingga membuat orang ingin mengolah apa saja yang ada di Bumi ini untuk dijadikan obat kuat seks, ANDAIKAN BISA. Pria mana yang tidak kenal pasak bumi, tangkur buaya, kuda laut, cula badak dan lain sejenisnya? Kepopulerannya malah telah melebihi selebritas barangkali? Haha. Yang begini saja sudah bikin banyak orang keliru melihat siapa seks sesungguhnya. 

Seks berkelamin Jantan?

Tidak jelas kapan anggapan ini muncul. Mungkin dominasi dunia kaum pria, sehingga seolah-olah seks bukanlah urusan kaum wanita. Topik seks lebih menjadi bagian alur pembicaraan kaum pria ketimbang lawan jenisnya, seolah seks lebih bermasalah di kalangan kaum Adam ketimbang kaum Hawa. Padahal nyatanya tentu tidaklah begitu. Masalah seks harusnya menjadi masalah berdua, suami dan istri. Tidak dipandang sebagai masalah partial sepihak atau sebagai sosok sebuah kelamin belaka.Namun bila nyatanya kaum pria yang terlihat lebih sibuk mengurusi seks, itu karena sumber masalah boleh jadi lebih banyak berada di pihaknya.

Kodrat seks pria itu, misalnya “selalu mau namun belum tentu selalu bisa”. Dirongrong oleh kodrat yang begini saja pun kaum pria sudah dibuat kalang kabut.
Ketika seksnya senantiasa “on” dan nyaris jarang “off”, kaum pria juga bingung, bagaimana seks miliknya bisa senantiasa lancar dioperasionalkan. Harusnya diakui kalau seks pria jauh lebih njelimet dan bermasalah ketimbang seks wanita. Itu sebabnya surat-surat konsultasi yang sampai ke meja sang dokter lebih banyak berasal dari suami.

Kendati keluhan suami menjadi derita istri juga, lebih banyak istri membisu ketika seks termangu sendiri di kamar tidurnya. Why? Karena kebanyakan kaum istri lebih bisa nrimo.

Macho tapi Impoten?

Kaum pria juga masih disibukkan oleh persepsi tentang tampilan sosok macho. Maka teknik bagaimana membesarkan otot tubuh dan aneka kegiatan binaraga di mana-mana masih dikejar kaum Adam sampai hari ini. Seolah pasti kalau symbol seksinya seorang pria itu hanya pada gempalnya otot-otot dada dan lengannya, selain seberapa tebal kumis dipasang dan sebelantara apa brewoknya dibiarkan tumbuh.

Masih saja ada pria yang mencemaskan ihwal pantatnya yang tepos, lalu mengganjalnya dengan dompet tebal, dengan anggapan (keliru) supaya bisa lebih seksi. Pria juga cemas kalau dadanya kelimis, lalu menumbuhkan bulu di sana. Padahal belum tentu di situ semangat seks wanita bertumpu.

Tidak semua wanita sama seleranya terhadap elemen sosok seksinya pria. Benar sih, ada wanita yang gandrung memandang pria macho model Charles Bronson, misalnya. Tapi jangan lupa, banyak pula wanita yang malah kesemsem dengan pria klimis ala Brad Pitt atau Tom Cruz dan tak jarang pula ada wanita yang langsung jatuh hati menyaksikan lelaki kerempeng model Michael Jackson. 
Sama seperti halnya tidak semua pria sama berselera pada payudara semontok milik Dolly Parton. Juga sebuah kekeliruan lain kalau kaum pria masih beranggapan tak ada wanita yang menyukai pria berbokong tepos dan berpaha mirip belalang. 

Harus diinsyafi pula bahwa pria macho belum tentu perkasa. Ke-macho-an cuma soal tampilan. Boleh saja kumisnya setebal tembakau susur, brewoknya serem sampai ke bawah dagu dan bulu dadanya kayak ilalang. Tapi perkara kegarangan seksnya masih perlu dipertanyakan. Macho saja di hadapan istri belum cukup kalau ternyata selalu GAGAL ereksi.

Nilai kehebatan kaum Adam tak berhenti sampai di situ. Tak cukup sekedar tampil macho dan hebat ereksinya. Andai spermanya TAK subur, buat apa berkumis tebal, berbulu dada, brewokan, kalau hanya bisa ereksi dan ejakulasi doang?

Puncak kehebatan pria harus memperlihatkan tiga gatra. Tampilannya LELAKI abis, mampu EREKSI dan WAJIB MAMPU menghamili. Kurang satu gatra saja berarti belum lelaki tulen. Simbol pria sejati itu jangan lupa dilengkapi dengan sperma yang SUBUR.

Lebih dari itu, ada tuntutan lain dari pihak istri yang tak boleh dianggap sepele. Tak cukup hanya mampu ereksi, lalu bisa gagah menghamili belaka. Apakah sebagai sebuah rekreasi, seks suami juga MAMPU melahirkan puncak klimaks buat istri? Baru sampai di situ, tak sedikit kaum pria yang sudah merasa dibuat repot. Takut dibilang tak macho, cemas kalau sampai gagal ereksi dan putus asa jika gagal menghamili. Maka tak sedikit lelaki yang sesat memilih jalan, Mr. P harus diutak atik. Harus jadi the ‘Long John’ (baca: extra large), walau caranya mungkin dengan disengat tawon sekalipun? 

Mitos bahwa lelaki perkasa adalah lelaki ‘with the long john’ sampai bikin pria susah tidur. Ditambah dengan trik dan tipuan dalam pembuatan film biru dan nakalnya cerita ihwal pentingnya caliber Mr. P, bikin pria jadi minder. “Betapa alitnya milikku!” Suami tembak langsung.

Mr. P yang alit ini ternyata menjadi kasus yang dominan dari sekian banyak surat konsultasi seks yang hadir di meja pengasuh di tahun 1980-an dulu, dan itu bukan monopoli lelaki Asia. Di mana-mana pria dirongrong oleh mitos bahwa pria yang hebat seksnya adalah pria dengan Mr. P yang maha panjang dan besar alias “Long John”. Mitos itu harus diluruskan. 

Padahal kenyataannya, Mr. P yang kelewat besar dan panjang bukan saja bikin ribet membawanya. Tak sedikit istri mengeluh tak nyaman kalau mulut rahimnya disundul-sundul oleh Mr. P yang kelewat panjang sewaktu senggama.

Sesungguhnya, lorong Mrs. V itu kodratnya bersifat elastis dan potensi melebar dan menyempitnya bisa dilatih dengan latihan Kegel. Tergantung seberapa pintar dan prigel otot-otot dasar panggul berkerut dan berkedang dalam menjepit, di situ lihainya kinerja seks istri dimata sang suami.

Tak perlu cemas, seberapa banyak melahirkan bayi, selama ditata baik sewaktu penjahitan, saluran Mrs. V sehabis bersalin niscaya akan rapat kembali. Jadi, juga tak soal mau seberapa alit penampang Mr. P milik suami, selama lorong Mrs. V masih belum melar seperti karet, gelang nikmat itu bisa dicegat. Saatnya mitos jamu sari rapat segera dihapus. 

Perlu dipahami bahwa seks lelaki bukan soal ukuran, melainkan bagaimana memainkannya. Bukan apa merk mobilnya, melainkan siapa sopirnya. Percuma pakai Ferrari kalau sopirnya Cuma sopir bemo. Haha.
Kendati hanya berkendara bajaj, kalau sopirnya kelas McLaren, bisa jadi istri merem-melek.

Kasus lain yang sering terjadi adalah kenyataan istri lebih sering tertinggal untuk sama-sama memetik kenikmatan seks yang menjadi haknya. Kasus istri menghadapi suami yang bisanya cuma “tembak langsung”, misalnya. Pada kasus demikian seks istri tak pernah naik kelas. Rata-rata istri belajar seks dari perkawinannya (learning by doing sex).

Kebanyakan suami sebetulnya bukannya tidak tau kalau wanita itu perlu sejumlah waktu lebih lama untuk menjadi siap seks. Ketika seks tak cukup hanya naluri (basic instinct), ada yang perlu dikelola (oleh suami) manakala seks mulai dipraktikkan.

Gugurnya mitos “Long John”

Lorong Mrs. V memiliki apa yang disebut G-Spot. Itulah daerah paling peka terhadap rangsangan bagi wanita. Secara faali, daerah paling peka rangsang di lorong Mrs. V itu terletak pada kedalaman dua inci atau sepertiga kedalaman dari permukaan. Artinya, Mr. P hanya perlu sepanjang dua inci waktu ereksi untuk bisa membangkitkan rasa nikmat dan puas seksual istri. 

Rata-rata panjang Mr. P saat ereksi lebih dari 10 cm. Kalau kurang dari 6 cm atau kurang dari dua inci saja sudah cukup untuk menyentuh G-Spot, maka kecemasan lelaki untuk punya mustika yang sealit-alitnya pun sungguh tidak beralasan sehingga tak perlu gundah gulana.

Kesibukan lelaki terus mencari bagaimana membesarkan dan memanjangkan mustikanya itu harus dianggap tak masuk nalar medic. Apalagi kalau harus membayar mahal. Belum kalau harus menjadi korban karena hampir semua reparasi barang berharga itu cenderung membahayakan kesehatan.

Berbeda dengan organ tubuh lain, Mr. P memiliki pembuluh darah buntu (endartery). Segala utak atik yang bikin rusak pembuluh Mr. P beresiko mematikan jaringan. Termasuk membesarkannya melalui teknik pompa vakum. Tak ada gunanya gede-gede, belum tentu aman pula.

Anggapan bahwa Mr. P dapat dibuat gempal seperti hasil binaraga sungguh keliru besar. Mitos Mr. P bisa seperti otot bisep lengan pun hanya mimpi lelaki kuno. Sebab badan Mr. P itu menyerupai jaringan busa (corpus cavernosa) yang kodratnya dapat diisi oleh darah. Besar dan kerasnya penis karena dalam tempo seketika terjadi curahan sejumlah darah yang mengisi badannya. Untuk itu perlu pembuluh darah dan saraf di situ yang dijaga tetap bugar.

G-SPOT Lelaki

Kebanyakan pria dihantui rasa takut gagal memuaskan pasangannya. Mitos wanita jalang (nymphomaniac) yang tak pernah terpuaskan seksnya itu dianggap seolah sedang diidap istrinya juga. Maka rasa gelisah tak memuaskan pasangannya itu yang membuat pria terus mengembara mencari obat kuat seks.

Obat kuat seks atau aphrodisiaca tidak menambah kuat seks. Tidak semua obat yang mengaku begitu memberi khasiat seperti yang semua lelaki kira. Kalaupun ada, itu cuma menambah sensasi seks belaka. Marijuana misalnya, memang menambah sensasi puas seks yang lebih panjang. Jamur tahi lalat kerbau (LSD) yang memunculkan halusinasi seks juga berefek sama. Bukan seksnya yang bertambah kuat, melainkan sensasi seksnya yang terasakan lebih indah.

Bagi pria, potensi seks berarti mampu bertahan lama menunda ejakulasi. Kecuali obat oles (pemati rasa), tak ada cara lain mengulur durasi ereksi sebelum ejakulasi. Tidak pula oleh bantuan hormon. Tapi keliru jika ada anggapan semakin lama ereksi semakin hebat si lelaki. Tak sedikit istri mengeluh letih jika suami kelewat lama menunda ejakulasinya.

Seks lelaki itu ada di otaknya (G-Spot lelaki). Tergantung seberapa waras otak dan seberapa bugar fisik, dengan cara itu seks lelaki menjadi prima. Hal itu ditentukan oleh pikiran seks yang jernih, tak boleh terusik oleh aneka mitos seks yang menyesatkan.

Fisik bugar ditentukan oleh latihan jasmani rutin teratur, dan kecukupan gizi, khususnya menu berprotein tinggi, seperti susu, telur, ikan dan daging.
Sudah tentu butuh vitamin dan mineral pula, teristimewa unsure seng (Zn) yang besar perannya pada organ reproduksi lelaki. Kalau itu semua tercukupi, maka tak perlu lagi yang aneh-aneh lainnya.

Seks Begins in the Kitchen

Istri yang “becek”, keluhan yang sering diungkap suami. Padahal sejatinya Mrs. V yang banyak mengeluarkan lendir sewaktu seks itulah yang tergolong normal. Sehatnya memang harus seperti itu supaya tidak menimbulkan keluhan nyeri senggama (dyspareunia). Justru istri yang ‘kering’ harus dinilai tidak sehat. Semakin pintar seks suami, semakin lekas dan banyak berlendir istri sebelum senggama dimulai.

Kehendak mempertahankan mitos sari rapet hanya akan menyengsarakan istri. Sedikit minum, banyak mengonsumsi jagung, mengunyah pinang, atau jejamuan lainnya dengan tujuan supaya menyetop keluarnya lendir Mrs. V tak perlu lagi menjadi cita-cita istri mana pun. Jamu yang menjanjikan ‘bikin kering’ Mrs. V harus segera dilupakan.

Tidak ada obat kuat seks bagi wanita. Karena memang seks wanita tak perlu dibuat kuat. Berbeda dengan seks lelaki, seks wanita ‘selalu bisa kendati belum tentu selalu mau’.

Yang tersedia paling bahan berkhasiat yang menimbulkan sensasi mencetuskan libido belaka. Mitos bahwa perempuan perlu perangsang juga tidak beralasan.

Suami yang arif pandai membaca seks istri. Tidak setiap saat suami sedang menginginkan seks serta merta sang istri juga sedang mau. Perlu membangun suasana rasa ingin pada pihak istri sehingga tercapai kondisi terselaraskannya mood seks istri.

Buat istri seks tidak selalu harus berlangsung di tempat tidur. Sebab, indahnya seks istri juga ditentukan bagaimana seks boleh dimulai di mana-mana, di luar kamar tidur. Mungkin diawali di beranda, di ruang keluarga atau bahakan dimulai dari dapur. Untuk yang terakhir ada ejekan buat suami yang tidak mempedulikan mood istri, ‘sex begins in the kitchen’. Suasana duduk berdua (candle light dinner), berjalan berdua di pantai saat bulan purnama, membolak-balik album kenangan, bisa menjadi bagian dari terbangunnya suasana seks bagi istri.

Hal itu penting supaya seks suami tidak bermasalah lalu menjadi percaya pada mitos belaka. Karena tanpa itu, suami mungkin tak menyadari kalau istrinya mendadak sedingin kulkas.

Menghadapi kondisi yang suami ciptakan sendiri dalam perkawinan, kesalahan terbesar karena suami salah menyangka bahwa dirinya sudah tidak paten, lalu mulai neko-neko. Padahal sumber penyebab umumnya adalah suasana seks tidak dibangun sehingga bagi istri yang tak pandai bersandiwara, tak mungkin bisa berakting se-menggelinjang wanita penghibur. Response seksual yang muncul justru tak lebih dari gaya gedebok pisang. 

Seks lelaki membutuhkan response seksual wanita yang memadai. Response seksual istri yang dingin acapkali membuat suami dibayangi mitos ihwal istri yang frigid. Inilah kekeliruan purba seks lelaki. Padahal sekali lagi, sesungguhnya membara tidaknya response seksual istri yang dibutuhkan seks suami itu tergantung pada seberpa prigel suami mengolah seks istri sejak di awalnya. Kunci penyelesaian ada ada di tangan suami sepenuhnya. Sama sekali bukan pada jamu, obat kuat atau aphodisiaca.

Tidak semua suami mewarisi wawasan seks sama benarnya. Tanpa pendidikan seks formal, pikiran seks suami mungkin bisa jatuh sakit. Dibayangi citra yang keliru ihwal seks, banyak lelaki dan suami tidak nyaman memasuki kehidupan seksualnya. 

MARI BEREKREASI TANPA DIGANDULI ‘MITOS’

Tulisan ini bersumber dari tulisan dr. Hendrawan Nadesul, pengasuh rubric kesehatan dan penulis buku untuk “Intisari, edisi khusus Healthy Sexual Life 4”. 

Semoga bermanfaat, ya!

Selasa, 30 Juni 2009

Berfantasi Boleh, Kebablasan Jangan

Fantasi Seksual jadi pembakar libido saat ranjang terasa jenuh. Sebagian orang berhasil ‘on’ berkat khayal seksual. Tapi hati-hati, jangan sampai kebablasan.
Berbicara tentang seksual dan problemanya memang ga ada matinya. Diakui atau tidak, seksualitas merupakan topic yang selalu hangat dan perlu untuk diperbincangkan. Satu lagi artikel menarik yang ditulis oleh Dharnoto untuk buku mungil Intisari edisi khusus Healthy Sexual Life-4 sudah selayaknya kita simak untuk menambah pengetahuan dalam menjinakkan topic yang satu ini. Yuk kita ikuti kisahnya….

Sari merasa seolah sedang berada di halaman neraka. Sejam lalu, sepulang kantor, Yan suaminya telah memberi kode. Itu berarti sore ini, wanita yang menolak identitasnya dipublikasikan itu harus mandi bersih, mewangikan tubuh, mempersiapkan diri.
Wanita 27 tahun ini paham, sejak ia melahirkan beberapa tahun lalu, Yan tak lagi mempedulikan perasaannya di atas ranjang. Pria wakil manajer pemasaran produk rumah tangga berusia 32 tahun itu hanya memikirkan kepuasannya sendiri. Tak ada lagi rayuan-rayuan manis pembakar gairah. Tak ada lagi pemanasan. Tahu-tahu telah dimulai. Tahu-tahu telah selesai. Tak ada yang tersisa bagi Sari.
Di saat Yan berbalik badan, dan tenggelam dalam dengkurnya, tinggallah Sari menarik napas dalam, mendinginkan libido yang terlanjur mendidih. Jika terjadi sesekali, Sari paham mungkin suaminya stress karena beban pekerjaan kantor. Tapi kalau setiap kali berhubungan, hal itu selalu terulang? Dalam hati, Sari merasa dicampakkan. Ia merasa hanya dianggap semacam ‘sex toys’.

Solusi Fantasi

Tapi, mestikah Sari merasa sedemikian terpuruk? Pastilah ia tak sendiri. Jika dibuka kotak pos pengaduan, seberapa banyak istri yang senasib dengannya, punya suami main tembak langsung begitu? Yan egois? Mungkin. Tapi solusi yang diambil Sari cukup menarik. Hanya beberapa kali ia merasa teraniaya. Selanjutnya, ia coba menyiasati situasi. Ia mengambil alih peran Yan. Maksudnya?
Sari berperan aktif dalam foreplay. Tapi maaf, “Saya membayangkan Rio, bekas pacar saya yang macho itu, agar libido saya terbawa naik.” Lalu, ketika Yan beraksi, Sari berfantasi seolah Rio menggantikan suaminya itu. Ia biarkan “Rio” mencangkul dan menyiangi dirinya. Sari amat menikmatinya, sehingga, beberapa detik sebelum Yan mencapai puncak, Sari telah lebih dulu menggapainya, berkat “bantuan” Rio.
Apakah Sari selingkuh? Secara fisik tidak. Selingkuh yang ia wujudkan dalam pikiran, hanya untuk mempercepat bangkitnya gairah agar bisa mengimbangi suaminya. Sekretaris sebuah perusahaan multinasional ini mengaku, “Saya tak berniat mewujudkan fantasi itu ke alam nyata.” Ia telah mengubur Rio dalam-dalam di masa lalu. Yang terasa hanyalah, “Kenangan tentang ke-macho-annya,” senyum Sari.
Wanita ini tak ingin menodai perkawinannya dan juga merusak rumah tangga Rio, dengan mencoba (amit-amit) mengajaknya menyeleweng. Lagi pula, Sari telah menemukan cara jitu. Sambil mencari saat yang tepat untuk berbicara dengan Yan, pelan-pelan ia mengurangi “peran” Rio. Saat membutuhkan fantasi, Sari membelokkannya dengan merangsang diri sendiri, terutama saat foreplay. Ia berusaha mengganti Rio menjadi Yan, dan mencoba menikmati milik suaminya sendiri. Hasilnya? Wanita berambut sebahu itu tersipu malu, “Sama seperti memakai fantasi.”

Sisi-sisi Fantasi

Berbeda dengan Sari, adalah Freddy (identitas disamarkan), fotografer sebuah perusahaan iklan, yang juga menggunakan fantasi seks untuk memompa libidonya. Lima belas tahun usia perkawinan, membuat pria 47 tahun ini hambar di ranjang. Freddy sendiri bukanlah tipe tak setia. Ia tak mau mencari penggai Nia di rumah bordil, meski kesempatan itu terbuka lebar. Hanya, ia suka mengeluh dalam hati, “Nia kerepotan, tak pernah urus diri, lalu melarlah badannya. Aku jadi kecil nafsu.”
Ia mencari solusi di studio foto kantornya. Seminggu 2-3 kali ada sesi pemotretan. Itu berarti setiap sesi sekitar empat jam Freddy bergaul dengan para foto-model cantik. Ia mengeksplorasi kecantikan dan lekuk tubuh si model, selain untuk difoto, juga untuk dibawa pulang. Oleh-oleh fantasi itu ia buka saat bercinta. Dengan bebas dan mudah, ia ubah Nia menjadi foto model yang secara bergilir ia “hidupkan” dalam benaknya.
Hasilnya, Nia menikmati detik per detik kehangatan ranjangnya. Akhirnya, mereka mendapatkan “akhir” yang rasanya tak bisa dikalimatkan. Ketika afterplay, di saat Freddy memeluk Nia, bau tubuh istrinya itu mengembalikan pria penggemar bebek goring itu ke alam nyata. Para model cantik nan seksi itu ia simpan rapi lagi di sudut memorinya, untuk ia mainkan lagi di lakon berikutnya.
Bagaimanapun, Freddy telah menyelamatkan perkawinannya dengan fantasi seks. Ia salah satu dari banyak lelaki yang menempuh cara itu; terutama yang memasuki masa rawan pernikahan. Sayangnya, tak sedikit pula pria yag tak kuat hidup di alam fantasi. Karen begitu lengket terbenam oleh fantasi, tak jarang nama si “wanita fantasi” meluncur bebas dari mulutnya di tengah gelora birahi.
Akibatnya, perkawinan retak. Ini bukan hanya dialami pria. Wanita pun sama. Inilah sisi bahaya fantasi seks. Yakni membiarkan fantasi menguasai alam bawah sadar, sehingga tanpa sadar bocor ke alam sadar. Padahal, belum tentu si pasangan benar berselingkuh dengan si wanita atau si pria fantasi. Sebagian besar, seperti Sari dan Freddy, hanya bermain di alam khayal belaka.

Awas Bablas

Namun, bahaya tetap saja mengancam. Fantasi yang sering diulang akan menimbulkan dorongan untuk mewujudkannya. Apalagi didorong oleh rasa penasaran ingin merasai langsung pengalaman seksual dengan si tokoh fantasi. Maka, sejengkal lagi terjadilah perselingkuhan.
Freddy termasuk yang terobsesi. Tak pernah terjadi hubungan suami istri tanpa dirangsang terlebih dahulu oleh fantasi. Akibatnya, baginya fantasi sudah menjadi kebutuhan primer. Celakanya, fantasi seks telah membayang-bayang yang terus menguntitnya ke mana pun dia pergi. Sehingga, berada di tengah para model saat pemotretan merupakan hal paling ia tunggu. Ia membayangkan apa yang ada di balik busana sang model. Bahkan terparah, ia mengandaikan bisa bersebadan dengan si model. Ia pun “melakukannya” di hadapan si model, terhadap si model itu sendiri, tanpa wanita itu tahu dirinya tengah menjadi objek seksual. Ruang fantasi Freddy terus meluas dan semakin liar. Tak lagi sekedar di studio foto. Di mana pun berada ia terus berfantasi. Di mal, bioskop, tempat parkir bahkan di rumah sakit. Ia menikmati permainan semu itu.
Tak disadari, Freddy terperosok makin dalam. Ia sulit lepas dari jejaring fantasi seks.

HATI-HATI FANTASI

Menurut Dr. Tjhin Wiguna, Sp.Kj(K), fantasi merupakan bentuk mekanisme (coping mechanism), dengan jalan melarikan diri dari kenyataan atau kondisi yang tidak mungkin terjadi di dunia realitas ke dalam dunia yang memungkinkan kondisi tersebut diwujudkan atau terjadi.
Tjhin menekankan, fantasi bukan ditentukan oleh kebutuhan, tetapi lebih biasa terjadi pada anak lelaki, di bawah usia 10 tahun, sebagai bentuk dari pola bermain mereka. Misalnya, seorang anak berpura-pura menjadi dokter, jagoan, orang tua, guru dan sebagainya.
Dalam hal Sari, yang menjadi fantasi sebagai alat sementara untuk memacu gairah agar bisa mengejar puncak sumainya, masih dapat ditoleransi. Yan bukan target permanen fantasinya. Yang coba ia kalahkan adalah memontum beberapa saat sebelum suami ejakulasi. Karenanya, Sari coba menyisihkan peran fantasi seks dengan mengupayakan perangsangan diri yang lebih efektif. Keberhasilan Sari memindahkan target kepada diri sendiri, merupakan hal positif yang tidak mencederai kesehatan jiwanya. Dengan mencoba berkomunikasi dengan suami, problemnya terselesaikan.
Agak berbeda dengan Freddy. Ia tak bisa mengubah realitas bahwa istrinya tak seperti dulu lagi. Lalu ia minta bantuan fantasi untuk “mengubah” istrinya. Memang, ia berhasil. Namun, “individu yang hidup dalam fantasinya, dan tak mampu membedakan realitas dan fantasi, menadikan fantasi itu tak sehat bagi jiwanya,” komentar Tjhin. Psikiater ini berpendapat, “Biasanya, fantasi digunakan untuk memuaskan diri sendiri.” Maaf, agak keras ia mengimbuhi, ”Ini sering terjadi pada orang yang rendah diri.”
Setiap orang dewasa, lanjutnya, seharusnya menyadari bahwa kemampuan dalam hubungan intim sangat bergantung pada lawan seksualnya dan bukan tergantung pada daya fantasinya. Karena seseorang tak mampu memerikan kebahagiaan seksual, maka akhirnya ia terjebak dalam kehidupan fantasi seksual, sehingga seolah-olah ia tampil sebagai orang yang berhasil secara seksual.

Terima Apa Adanya

Tentang Freddy, Tjhin minta agar fotografer itu memahami bahwa fantasi dengan libido merupakan dua kondisi yang berbeda. Diakui, untuk menaikkan libido seseoragn mungkin dapat berfantasi sehingga gairah seksualnya meningkat. Tapi, ketika ia kembali ke dunia nyata maka ia akan frustasi karena realitanya tak sesuai dengan fantasinya itu.
Psikiater ini mengingatkan, Freddy berada dalam kondisi berbahaya. Tindakannya berfantasi untuk menyelamatkan keutuhan rumah tangga, justru membawanya ke keretakan karena ia sudah kebablasan. Seharusnya, “Seseorang harus berusaha menerima pasangannya secara total, baik kekurangan maupun kelebihannya.”
Fantasi merupakan cara penyesuaian diri yang imatur yang tentunya tidak sehat jika selalu digunakan untuk menyelesaikan atau menyesuaikan diri sendiri. Fantasi mungkin dapat digunakan untuk menghilangkan ketegangan atau kekecewaan dalam kurun waktu singkat, tetapi bukan suatu solusi penyelesaian masalah yang baik.
Komunikasi aktif, setelah mampu memahami, mengerti dan menerima pasangan apa adanya, akan menyadarkan diri kita saat hamper terpeleset ke dalam dunia fantasi dan meninggalkan dunia nyata selamanya. Langkah ini akan membuat pasangan itu tetap sehat jiwa. Dalam jiwa yang sehat, gairah seksual mudah digugah. Hubugnan seks jadi nikmat, tak lagi seperti berada di pekarangan neraka.

Nah, tentunya anda para pembaca sudah menyimpan beberapa komentar menyangkut artikel di atas, mengapa tidak langsung meninggalkan komentar anda di kotak komentar di kolom di bawah ini. 

Tips:
Kenakan pakaian dalam yang tipis menerawang, boleh juga degan warna merangsang plus aroma yang menggelitik saraf birahi.
Kupas pakaiannya perlahan, satu demi satu.
Biarkan jemari anda bertualang, dengan usapan atau rabaan pada daerah erotis
Bisikkan pujian dengan muatan emosi.
Seks oral bisa menstimulasi dan menyulut fantasi.
Kenapa tak dicoba? :-)



Selasa, 02 Juni 2009

Ketika Bercinta Terpisah Jarak

LDR, tentulah bukan hal yang membahagiakan. Jika saja bisa memilih, tentu kita will say no to LDR kan, ya? Namun, jika sudah menyangkut urusan mata pencaharian, pasangan sedang menuntut ilmu/pendidikan atau berbagai alasan yang tak bisa ditolerir lainnya, kita kudu piye? 
Manut sambil mengurut dada, adalah satu-satunya pilihan bukan? 

Dan, jika hal ini yang kita alami, berpisah untuk sekian waktu, bukan lah berarti bahwa aktivitas seksual harus terganggu. Sepakat? 
Yup, teknologi canggih masa kini, tentu menjadi solusi yang bisa banget membantu mencairkan emosi jiwa karena 'tak cukup sajen' sang pasangan yang sedang di rantau orang. Maksudnya gimana, sih, Al?
Solusinya piye? 

Yes, cukup sediakan koneksi internet yang lancar jaya dan ruang serta waktu khusus, deh. Bersiaplah untuk membawa tubuh kalian melayang dalam imajinasi. 

Aih, ngomonge kayak udah ahli banget, ih, kamu, Al! Jelasin atuh lah!

Oke, lanjut yuk….


Jika kalian pernah menonton Judge Dredd, sebuah film fiksi sains produksi Hollywood tahun 1995, mungkin kalian akan bisa membayangkan bagaimana kira-kira gaya bercinta manusia di masa depan. Salah satu adegannya, ada sepasang pria dan wanita bernama Dredd dan Hersey, baru saja bertemu, berakrab ria, lalu keduanya sepakan untuk bercinta. Biasalah, film Barat selalu begitu.


Tensi penonton sudah turun naik menanti adegan “ranjang” itu, dan memang semua berlangsung mulus tanpa potongan sensor sedikitpun. 

Soalnya Dredd dan Hersey tidak bercinta beneran seperti apa yang kita bayangkan, tapi memakai alat yang menghubungkan gelombang otak. Tidak ada kontak fisik, tidak ada tubuh yang polos terbuka atau semacamnya. Cuma pikiran mereka dipertemukan untuk merasakan sensasi bercinta sampai sama-sama orgasme.

Dredd diperankan oleh actor Sylvester Stallone – pria yang diceritakan berasal dari zaman kita sekarang ini dan masih menganut pola tradisional untuk urusan ranjang goyang, tentu saja kaget dan menolak. Bagi dia, yang namanya bercinta, ya dimulai dari bercumbu dan seterusnya sampai game over. Sedangkan Hersey, si manusia masa depan, merasa perbuatan yang melibatkan sentuhan tubuh terasa menjijikkan. Lalu bagaimana kalau mau bikin anak? Silahkan bayi tabung saja.

Sekali lagi itu cuma sekedar gambaran sebuah filam sebagai buah imajinasi liar para penulis cerita. Tapi jika kita mau senantiasa berpikir terbuka, bukan tidak mungkin suatu hari nanti aktivitas bercinta, sebagai ungkapan kasih sayang atau mungkin sekadar rekreasi belaka, tidak sealu harus bersentuhan tubuh. Mungkin cukup pakai alat penghubung seperti di film tadi? Atau bisa dilakukan dari jarak jauh. Who knows? You know lah.... 
Eits, dilarang protes! Haha

tulisan acak,
Al, Banda Aceh, 2 Juni 2009



Senin, 18 Mei 2009

Yang Penting Nikmatnya, Bukan Gayanya

Aktivitas seks punya banyak sisi. Ada sisi prokreasi, rekreasi, relasi, bahkan religi. Karena punya banyak dimensi, kegiatan seks juga bisa dinikmati. Jika dipandang dari dua sisi sekaligus, rekreasi dan relasi, kegiatan seks tidak hanya bisa memberikan kenikmatan biologis, tapi juga kenikmatan psikis, bahkan spiritual. Tulisan menarik ini ditulis oleh M. Solehkhudin dalam rangkaian article Majalah mungil “Intisari edisi khusus Healthy Sexual Life”. Yuk kita simak lanjutannya….
Dalam sebuah guyonan, seks seperti slogan iklan sebuah merek sepatu olahraga, ‘Just do it!” Lakukan saja, tak usah banyak berteori. Tentang cara dan gayanya, ikuti saja slogan iklan sebuah produk deodorant, “Sentuhan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda”. Urusan tentang kapan dan di mana dilakukan, seks juga bisa disamakan dengan slogan sebuah produk minuman bersoda “Kapan saja, dimana saja.”
Menurut guyonan-guyonan di atas, seks akan membimbing pelakunya menjadi lebih kreatif dalam semua hal, termasuk dalam gaya bercinta. Sekalipun urusan seks hanya berkisar pada alat kelamin, kitas mengenal aneka macam gaya bercinta. Bukan hanya posisi ‘standard’ missal woman on top (perempuan di atas), posisi miring, gaya monyet memanjat pohon kelapa, doggy style (Penetrasi dari belakang), dan entah apa lagi..
Bahkan, variasi gaya bercinta zaman seakarang tidak berhenti pada sebatas kontrak antara dua kelamin saja. Kini masyarakat juga mengenal seks oral bahkan anal. Semua itu membuktikan bahwa kegiatan seks memang bisa membuat pelakunya kreatif mengembangkan aneka gaya dan variasi posisi.
Bisa dikatakan, saat ini bagian besar orang menerima anaeka gaya bercinta di atas sebagai sebuah kewajaran. Asalkan dilakukan dnegan istri atau suatu sendiri, semua gaya sah-sah saja, tak perlu merasa bersalah jika melakukannya. Setidaknya fakta ini bisa kita lihat dari media massa. “ Kata seorang ibu tanpa malu-malu di sebuah koran online. “Kalau mau mencoba seks di dalam mobil, pakai doggy style aja,” kata seorang anggota forum diskusi kepada anggota lain yang sedang meminta saran.
Pendek kata, urusan gaya bercinta, seks masyarakat zaman sekarang sudah mencapai ‘puncak kreativitas’ yang bagi sebagian orang mungkin masih dianggap tabu. Ini juga sisi lain dari pandangan masyarakat terhadap seks. Namun, tidak semua orang bisa menerima aneka gaya di atas ranjang itu sebagai sebuah kewajaran, sekalipun dilakukan dengan istri atau suami sendiri.
“Saya tidak bisa membayangkan melakukan hubungan seks dengan menyuruh istri saya nungging seperti di film-film porno,” kata Ari, seorang suami yang tak malu mengaku konservatif dalam urusan seks.
Kebetulan istrinya juga punya pandangan yang sama dalam hal seks. Sama-sama konservatif, ia menganggap aneka posisi yang ditampilkan di film-film porno itu sebagai gaya yang terlalu neko-neko. Ia merasa cukup hanya dengan gaya standard, laki-laki di atas perempuan. “Gitu aja sudah enaknya bukan main, kok neko-neko,” katanya sembari tersenyum. Kalaupun melakukan variasi, hanya terbatas pada gaya tukar posisi; perempuan di atas laki-laki. Itu saja. Itu pun tidak sering dilakukan, hanya kalau merasa cara itu lebih nyaman.

Nikmat Lahir Batin.
Ia tidak menolak anggapan seks sebagai bentuk mencari kepuasan biologis. “Saya juga mencari kenikmatan dari hubungan seks. Hanya saja, kenikmatan seks bagi saya itu bukan semata-mata kenikmatan biologis, tapi juga kenikmatan apa ya namanya?” katanya malah bertanya. “Pokoknya, kenikmatan lahir dan batinlah,” tiba-tiba saja ia melanjutkan tanpa menunggu jawaban.
Menurut dia, sah-sah saja suami istri melakukan aneka hubungan seks degnan berbagai gaya.
“Mau berdiri, nungging, jumpalitan, terserah,” ujarnya enteng. Meski begitu, ia menganggap hubungan seks yang dilakukan semata-mata karena nafsu biologis biasanya kurang member tempat bagi pemenuhan kebutuhan psikis. Menuru dia, kebiasaan berhubugnan seks yang semata-mata karena nafsu biologis akan menyebabkan hubugnan suami istri menjadi mudah renggang ketika salah satu dari pasangan tidak lagi menarik seara seksual. Hal ini, kata dia, terutama harus diwaspadai oleh pihak laki-laki. “Laki-laki kan hot terus, bergairah terus, sementara perempuan itu makin tua makin berkurang daya tarik seksualnya,” katanya berteori.
Pada saat fisik perempuan tidak lagi menggairahkan secara seksual, hubungan badan akan hambar karena laki-laki sudah terbiasa semata-mata memanjakan nafsu biologisnya. “Padahal ikatan suami istri itu ‘kan ikatan seumur hidup. Kita harus bersedia menerima bagaimanapun kondisi pasangan sampai tua,” lanjutnya.
Itu sebabnya, menurutnya, suami istri lebih baik membiasakan diri menikmati seks bukan semata-mata sebgai urusan biologis, tapi juga melibatkan hubungan emosional. “Saya termasuk orang yang percaya hubungan seks semacam ini bisa dilakukan. Saya kira pleasure lahir batin itu kualitasnya setingkat lebih tinggi daripada pleasure lahir saja,’ katanya.
Agar kepuasan lahir batin itu diperoleh, Ari memperlakukan kegiatan seks sebagai gabungan antara nafsu biologis dan bentuk kasih saying. Jikda sedang berhasrat, ia akan mengajak istrinya dengan cara seperti seseorang yang sedang minta izin. Ia memahami kalau saat itu istrinya sedang tidak mood untuk berhubungan badan. Ia tidak sependapat dengan pandangan bahwa istri selalu harus menuruti apa saja kemauan suaminya di atas ranjang, sekalipun ia tidak suka. “Kalau suami memaksa, itukan namanya bukan kasih sayang,” katanya.
Ia sudah mulai menerapkan cara pandang ini sejak awal menikah. Pada saat malam pertama ia mengaku tidak langsung melakukan hubungan badan karena ia tau istrinya belum siap. “Malam-malam pertama, kami tidur dengan ‘pakaian sipil’ lengkap,” selorohnya. Ia bersedia menahan diri sekalipun pada saat itu ia mengaku nafsunya sudah sampai di ubun-ubun. Yang mereka lakukan adalah ngobrol dulu, menyamakan persepsi tentang seks.
“Setelah kami sama-sama menyamakan ‘gelombang’, barulah kami….,” katanya sambil menganggukkan kepala tanpa melanjutkan kalimatnya yang belum selesai.
Tiap kali melakukan hubungan seks, mereka tidak pernah lupa membaca doa lebih dulu. “Kalau mau makan, saya biasanya lupa membaca doa, tpi utnuk urusan yang satu ini, saya tidak pernah lupa berdoa,” kanya sembari terkekeh-kekeh. Cara seperti itu menurutnya bisa membuat mereka berdua menikmati hubungan seks sebagai bentuk kasih saying.
“Di dalam ajaran agama, hubugnan seks suami istri itu ‘kan termasuk ibadah,” lanjutnya. Bagi dia, seks itu tidak bisa dipisahkan antara urusan rekreasi, relasi, bahkan religi.
Dua aspek terakhir, relasi dan religi, menurutnya hamper tidak mungkin diikutsertakan jika hubungan seks dilakukan dengan gaya neko-neko. “Saya tidak menganggap itu buruk. Ini hanya perkara selera’” ucapnya
Karena cara pandangnya ini, cara mereka mengukur kepuasan seksual pun berbeda dengan cara kebanyakan orang. “Saya tidak tahu apakah ini benar atau tidak. Tapi saya kira banyak kok perempuan yang menikmati hubungan seks dalam bentuk disayang-sayang, dibelai-belai, dipeluk, dicium, tidak harus dibuat orgasme,” katanya. Karena pandangan seperti ini, mereka berdua tidak mempermasalahkan ejakulasi dini, misalnya. “Kalau Cuma urusan nyium, mbelai, sama meluk ‘kan tidak harus dalam keadaan ereksi, ha..ha..ha…. Tang penting kan sama-sama senang. Gitu aja kok repot,” katanya sambil ketawa.

REVOLUSI SEKS
Bagi sebagian orang, pandangan Ari di atas mungkin dianggap terlalu kolot. Terlalu puritan. Apa pun sebutannya, yang jelas Ari tidak seorang diri. Masih bnayak orang yang memandang urusan seks secara konservatif – jika istilah ini tepat. Golongan ini terutama diwakili oleh mereka yang masih berusaha berpegang pada nilai-nilai tradisional, terutama agama.
Bahkan, menurut dr. Andik Wijaya, M.Rep.Med, ahli kedokteran reproduksi dari Yad Institute dan Draw Clinic, Surabaya, pandangan konservatif semacam ini merupakanpilihan baik dlam kaitannya dengan kehidupan berumah tangga . Ia menyebut pandangan ini dengan istilah “prilaku seks yang sesuai dalam desain awalnya.” Desain awal? Seks punya desain awal? Andik menjawab tegas. “Punya!”
Dalam konteks hubungan pria-wanita, desain awal seks adalah ikatan dua orang dalam institusi perkawinana heteroseks monogami. Dalam konteks gaya bercinta, desain awal seks adalah kontak dua alat kelamin laki-laki dan perempuan dalam posisi face to face.
Itu tak lain karena secara anatomis, posisi alat kelamin manusia berbeda dengan hewan mamalia lainnya. Pda hewan, alat kelamin mereka sedemikian rupa sehingga kalau melakukan kontak seksual, pejantan harus melakukan penetrasi dari belakang. Bukan face to face.
Ini berbeda dengan manusia. Alat kelaminnya terletak di bagian depan tubuh. Sehingga, kalau melakukan hubungan seksual, posisi yang paling sesuai adalah berhadap-hadapan. Perkara sekarang mawyarakat mengenal aneka macam gaya bercinta, kata Andik, itu disebabkan oleh pengaruh film-film porno. “Dalam sejarahnya, perilaku seksual manusia seperti ini tidak terjadi begitu saja. Semua bermula dari revolusi seks yang terjadi pada tahun 1948,” katanya.




Memaknai Rekreasi

Memberi makna hubungan seksual sebagai kegiatan rekreatif memang harus mengubah pola pikir. Seks tidak lagi ditempatkan sebagai kewajiban semata, namun harus menjadi kebutuhan yang hakiki pada setiap pasangan yang sudah menikah. Dan ketika hal itu sudah menjadi kebutuhan, maka segala upaya pun akan dikerahkan demi tercapainya tujuan itu.

Gatot, sebut saja begitu, memilih menikah saat kuliah. Ia pun tak menunda memiliki anak. Nah, ketika kariernya mulai mapan, ia bisa meledek teman-temannya yang masih dipusingkan dengan ulah anak-anak mereka.

“Kita mah sekarang tinggal senang-senangnya saja. Mau gaya apa saja dan berapa kali sehari tidak masalah,” begitu jawabnya saat ditanya soal kehidupan seksual mereka. Dimensi hubungan seksual mereka memang sudah masuk dalam tahap rekreasi – bersenang-senang.

Akan tetapi Gatot bukannya tanpa persoalan. Layaknya sebuah rekreasi, terkadang ia bosan dengan tempat yang itu-itu melulu. Pun dengan orang yang itu-itu juga. Beruntung ia punya banyak ‘bekal’ agar rekreasinya tidak membosankan. Istrinya pun ternyata menjadi mitra perjalanan yang penuh kejutan.

Banyak dari teman Gatot yang terperosok ketika memasuki dimensi rekreasi hubungan seksual ini. Komunikasi seksual yang tidak jalan, istri yang tidak mau neko-neko, sampai ke percekcokan karena salah satu dari pasangan itu melakkukan selingkuh. Tidak mudah mereka yang terperosok ini keluar dari lubang persoalannya. Tak jarang justru perempuan yang sudah menjadi korban selingkuhan suami harus rela berkorban lagi untuk memulai ‘rekreasi’ itu.

Sekali lagi, member makna hubungan seksual sebagai kegiatan rekreasi memang harus mengubah pola pikir. Seks tidak lagi ditempatkan sebagai kewajiban semata, namun harus menjadi kebutuhan yang hakiki pada setiap pasangan yang sudah menikah. Kala seks sudah menjadi kebutuhan, amka segala upaya pun akan dikerahkan demi tercapainya tujuan itu.


Featured Post

Ayam Tangkap Khas Aceh ala So Good

Yuhuu, akhirnya, Ayam Tangkap Khas Aceh ala So Good siap dihidangkan! Bagi yang sering main ke Aceh, khususnya Banda Aceh, pasti sudah fa...

Popular Posts