Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 22 Mei 2012

gambar pinjem dari sini 
Menurutku sih, ini artikel yang sungguh menarik, khususnya bagi para orangtua atau saudara yang punya bayi atau batita. Tahukah Anda, beberapa tahun silam, ahli kedokteran mengidentifikasi satu jenis penyakit yang serius pada bayi, namanya "Sindrom Kematian Mendadak" --> Salah satu pemicunya ini adalah guncangan pada tubuh bayi..

Pernah melihat orangtua yang melempar-lemparkan bayinya ke udara lalu menangkapnya untuk mendengar sang bayi tertawa? Atau mengguncang-guncang bahunya keras sambil berekspresi lucu?

Cara orang dewasa mengekspresikan kekesalan pun macam-macam, dan seringkali Tapi, jika Anda melakukan demikian, maka berhentilah. Dan jika melihat orang lain berbuat begitu pada bayi mereka, cegahlah, karena sangat berbahaya.
Selain itu, Rata - rata sekitar 100 bayi di Jerman setiap tahun mengalami kerusakan parah di otak karena mereka diguncang-guncang pengasuhnya, yang hampir di semua kasus, "terlalu terbebani". Laporan mengenai angka tersebut berdasarkan sensus dari unit penyakit langka anak-anak di Jerman. Asosiasi dokter anak di Jerman memperkirakan angka bayi yang mengalami trauma akibat diguncang-guncang, sebenarnya lebih tinggi lagi.
Guncangan keras selama lima detik saja sudah cukup untuk merusak fungsi - fungsi otak," kata profesor Hans-Juergen Nentwich, anggota dewan direktur asosiasi tersebut.

Mengapa guncangan pada bayi bisa bermuara pada kematian?

Menurut ahli kedokteran tadi, ini dikarenakan bayi yang masih sangat muda belum bisa menahan kepalanya sendiri lantaran otot lehernya yang lemah. Akibatnya, jika bayi terguncang badannya, kepalanya akan bergoyang ke depan dan belakang. Goyangan ini yang mengakibatkan kerusakan otak serta pendarahan di d alam otak dan pada permukaan otak.

Dapat menimbulkan masalah serius pada otak sang bayi, dan dapat mengakibatkan masalah yang berlangsung permanen, seperti:

1. kerusakan otak
2. cerebral palsy
3. kebutaan
4. epilepsi
5. kesulitan berbicara
6. kesulitan belajar
7. kesulitan koordinasi
8. serangan jantung
9. keterbelakangan mental


Berikut TIPS Mencegah :
* Jangan pernah mengguncang bayi di bawah umur 3 tahun, dengan alasan apapun juga.
* Saat Anda menggendong bayi Anda, jangan lupa untuk selalu menyangga kepala bayi Anda dengan tangan.
* Beritahukan pentingnya melindungi kepala bayi Anda kepada baby sitter atau pengasuh bayi Anda.
* Pastikan semua orang yang dekat dan sering menggendong bayi Anda tahu benar bahayanya seorang bayi jika diguncang-guncang atau digoyang.
* Jika dengan sengaja/tidak sengaja, Anda mengguncang-guncang bayi Anda, segera bawa bayi Anda ke dokter untuk diperiksa. Pendarahan di d alam otak hanya dapat diobati jika anda segera memberitahukan kepada dokter bahwa Anda baru saja mengguncang bayi anda. Cara ini akan menyelamatkannya.

Pada beberapa orang anak bahkan dapat menimbulkan kematian. Ini dikenal dengan shaken baby syndrome.

Kenapa berbahaya?
1. Bayi memiliki kepala lebih besar dibandingkan dengan anggota tubuh yang lain, dan otot lehernya masih lemah. Jika diguncang, kepalanya akan tersentak ke depan dan ke belakang.
2. Sentakan-sentakan itu akan mengguncang otak dan merusaknya.
3. Pembuluh darah kecilnya akan ikut rusak, menimbulkan pendarahan di otak dan sekitarnya, dan juga di mata bayi.

Resiko terbesar adalah pada bayi dibawah satu tahun, tapi tidak menutup kemungkinan dapat terjadi di usia yang lebih besar. Yang harus diwaspadai adalah guncangan-guncangan ini dapat terjadi justru ketika kita asyik bermain dengan sang bayi.

Karenanya ada beberapa permainan dan aktivitas yang harus dihindari untuk mencegahnya, antara lain:
1. Melempar bayi ke udara
2. Lari-lari sambil membawa bayi di punggung atau di kepala
3. Kuda-kudaan (bayi naik ke punggung, naik ke kaki dan digoyang-goyang)
4. Memutar bayi

Jangan lupa mengingatkan orang-orang di sekitar sang bayi, seperti saudara-saudaranya, pengasuhnya, kakek-neneknya, untuk tidak mengguncang bayi.
artikel ini bersumber : http://www.gsn-soeki.com/wouw


49 komentar:

  1. waduh kak serem banget ya..meicy mmg blm punya baby tp meicy ada ponakan dan terlalu gemes-a sama ponakan tercinta sering-a mengguncang dan mengayun2kan-a..aduuuh jadi takut..insyaallah ga melakukan hal sprt itu lagi..thanks ya kak info-a sangat2 berguna sekali..mmuuaahh..:-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah, mulai sekarang ga boleh lagi ya Cy.... hehe...

      Hapus
  2. info yg menarik neh mbak,.....

    BalasHapus
  3. setuju,,kasiaan juga kan,,badan bayi masih ringkih,dan otakpun masih belum kuat,,,sayang kan,,,bayi yg lucu,,ada efek yang fatal dikemudian hari... nice topic..

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener banget mba... thanks for visiting ya, :)

      Hapus
  4. weih.... info yg sangat bermanfaat nih...
    makasih byk nih yg tulis info, semoga diberkati oleh Allah SWT, amien...

    salam,
    Gulam

    BalasHapus
    Balasan
    1. AMIIN... Semoga bermanfaat yaaa..... makasih atas kunjungannya...

      Hapus
  5. hohohoho...ternyata lompatan kuantumnya sampai di sini. Iya Mbak, dulu aku pernah baca berita tentang meninggalnya setelah di umbul-umbulkan orang tuanya. Maksudnya sih ngudang, menghiburnya, mengekspresikan rasa kasihnya. Tapi malah berakhir dengan kematian si anak karena terjadi kerusakan pada otaknya [yang belum stable] di usianya yg belum ada 2 tahun.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ih, serem banget ya Rie.... , semoga semakin banyak teman2 yang mengetahui informasi ini ya, agar resiko seperti itu bisa dihindari... amin.

      Hapus
  6. Hmmm ... nanti aku cerita temanku yang punya bayi deh, bapaknya suka sekali nggendong tanpa menyanggah kepalanya. Thanks mbak ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga bermanfaat ya mba... terutama bagi si teman mba itu... makasih juga atas kunjungan mba Hany... :)

      Hapus
  7. wew, jangan2, otak saya rusak karena emak sering ngajak naek bajaj dari kecil kali ya, wew :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaha... bisa aja deh kamu mas! hihihi

      Hapus
  8. aku baru tahu tentang hal itu, ternyata bisa bahaya bagi sang bayi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas, begitu resikonya, semoga bermanfaat yaaa....

      Hapus
  9. ternyata tidak hanya beresiko kecengklak ( otot leher keseleo ) tapi jauh lebih bahaya dari itu.
    Nginget-inget,dulu Sabila suka diguncang-guncang nda ya? Insya Allah tidak, kalaupun pernah alhamdulillah tidak ada gangguan apapun.

    Terima kasih informasinya,Mbak Alaika. Salam hangat untuk keluarga tercinta.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe.... untunglah Sabila tumbuh sehat dan cerdas tak kurang suatu apa ya Abi.... semoga semakin sehat, cerdas dan jadi anak yang berbakti pada Abinya.... :)

      salam sayang untuk Sabila ya Abi...

      Hapus
  10. Waah..ngeri ya bahayanya....
    Aku suka gemesan tau ga Mba..
    apalgi ngelihat yang bayi yang lucu2..

    Baiklah aku ga akan mengguncang-guncang lagi..
    *merasa bersalah*

    Makasih ya sharenya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku juga dulunya begitu mba...tapi sejak tahun 2009, saat nemukan info ini dan posting artikel ini, aku selalu mengingatkan diriku sendiri kalo ketemu bayi2 yang menggemaskan.... jangan sampai jadi korban kegemasan ku, hehe....

      Hapus
  11. wah, saya malah baru tahu mbak, ternyata berbahaya juga ya mengguncang2 bayi seperti itu,

    terimakasih infonya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba, sama2... semoga bisa dishare juga buat teman2 lainnya ya...

      Hapus
  12. aku baru tahu mba :)
    tp yang penting juga tumbuh kembang anak selama dalam kandungan & sebelum menikah juga berpengaruh dari gen kedua orang tua'a

    BalasHapus
  13. wah... sama sekali gak pernah membayangkan kalo dampaknya fatal sekali yaa...

    ngeri

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku juga dulunya ga ngeh mba, ga tau akan resikonya itu.... :)

      Hapus
  14. waktu bayi,,, Dija sering kena guncangan gak ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hm... tante rasa ga deh nak... soalnya Dija tumbuh sehat dan cerdas serta lincah gitu kok sayang... jadi tenang aja, ok? :)

      Hapus
  15. hemm bener banget, apalagi bayi kan tulangnya belom benar2 utuh ya.. bayi 3 bulan aja ubun2nya belum nutup sempurna.. atu-ati banget pastinya. tips berguna untuk ibu-ibu muda yang mau punya anak hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup, bener banget... semoga info ini berguna bagi semua yaaa..... :)

      Hapus
  16. Ck ck ck.. sampai 9 masalah begitu ya? haduh mudah2an anak2ku terhindar dari yg seperti itu ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, kita ga nyadari kalo kegemasan kita terhadap bayi mungil, imut dan menggemaskan ternyata beresiko tinggi yaaa...?
      semoga informasi ini berguna bagi kita semua, ok?

      Hapus
  17. Waah komenku yang tadi hilang ya kak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. ada kok Niar, ga ilang komenmu yang pertama, cuma nyelip ke 'spam', hehe....

      Hapus
  18. begitu beresiko ternyata ya mbak, terima kasih artikelnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, sebuah resiko yang mengintip terselubung karena tak banyak dari kita yang mengetahuinya. semoga info ini bermanfaat bagi kita ke depannya yaaa.

      Hapus
  19. Padahal aku ingat waktu masih kecil di lepar sepeti itu Mba, untungnya sudah agak besar jadi otakku sudah setabil. kalau masih di bawah umur 2 tahun mungkin aku gak bisa nulis di blog kali ya. Ih,,,,, serem banget.

    Salam

    BalasHapus
  20. Wah, baru tau tentang ini. Jadi merem dulu mengingat2 apakah dulu pernah mengguncang anak2.

    BalasHapus
  21. wah Mbak..., saya paling sering lho mengayun tinggi-tinggi anak saya. untungnya sekarang udah besar dan enggak akan punyab ayi lagi. sayang,telat dapat infonya. Tapi tetep berguna buat di share ke tetangga dan teman :)

    BalasHapus
  22. Sejak tahu kalau bayi diguncang-guncang itu berbahaya, sudah nggak pernah lagi melakukannya.
    Tipsnya keren:)

    BalasHapus
  23. wah, untung gak pernah melakukan kayak gitu. tapi adik iparku nih suka begitu, lempar2 bayi kl udah umur 1 tahunan gitu ke udara. udah kubilangin ga boleh, tetep aja. untung dia ga berani sama anak2ku soalnya emaknya galak huehehe..

    ntar aku kasih tau deh bahayanya supaya dia sadar. thank for sharing, mbak :)

    BalasHapus
  24. Nah hal-hal begini inu layak disosialisakian kepada masyarat,khususnya di pedesaan. Mereka suka mengayun-ayun balita seenaknya.
    Terima kasih tipsnya
    Salam sayang selalu

    BalasHapus
  25. infonya sangat bermanfaat.. makasih ya gan:)
    Numpang lewat ya gan :)

    http://idr-poker.blogspot.com/

    http://beritaolahraga108.blogspot.com/

    http://lihatberitaakurat.blogspot.com/

    http://liatberitabola.blogspot.com/

    http://beritaolahraga1081.blogspot.com/

    http://infobolakakiterbaru.blogspot.com/

    http://beritasportsterpercaya.blogspot.com/

    http://seputarberitabola108.blogspot.com/

    http://beritaterbaruseputarolahraga.blogspot.com/

    http://agen-bola-sbobet-jagad303.blogspot.com/

    BalasHapus
  26. bayi 3 bulan aja ubun2nya belum nutup sempurna

    BalasHapus
  27. Terimakasih atas informasinya, manfaat banget nich,

    BalasHapus
  28. infonya manfaat banget,
    bagi orang tua yang baru memiliki bayi. harus baca?

    BalasHapus
  29. wah ternyata bahaya juga ya mbak kalau bayi di guncang2 ,... kadang suka gemes liatnya

    BalasHapus