Tidur dengan lampu yang menyala terang? BAHAYA BANGET!!

Topic ini berawal dari sebuah email teman yang masuk ke gmailku tadi pagi. Judulnya? Top banget…. ”HATI HATI jangan TIDUR dgn LAMPU MENYALA….BAHAYA!!!

Wuih…. Ini yang sedang aq cari-cari….. alasan akurat untuk mendukung kebiasaanku yang emang paling ga suka tidur dalam cahaya lampu terang benderang. Sejak kecil tuh aq paling ga nyaman tidur dalam keadaan lampu menyala terang…, rasanya otakku merasa ‘hari belum malam’ deh kalo lampu masih nyala. Seolah jam sekolah dan bermain terutamanya, masih terentang panjang.. bener deh. Hal ini berlanjut hingga kini dan malah menular pada Intan, putri semata wayangku. Gak ingat sugesti darimana, tapi tetap aja ada perasaan ngeri di hati jika sampai tertidur dalam keadaan lampu menyala terang, serasa sinarannya itu sedang dengan aktif mencabik2 dan mengukir kerutan pada wajah, menusuk2 saraf mata yang seharusnya sedang istirahat… (hahaha….sugesti berlebihan deh…., tapi aq lupa banget darimana asal sugesti ini, tapi itulah yang sering muncul di hati jika sampai tertidur dalam keadaan lampu yang menyala terang).

Back to the topic ‘Tidur dengan lampu yang menyala terang? IH BAHAYA LAGEEE!!’ jelas terinspirasi oleh email temanku tadi… ‘HATI HATI jangan TIDUR dgn LAMPU MENYALA….BAHAYA!!!’ cocok banget nih, karena dah lama aq mencari artikel pendukung sugestiqu itu…

Segera deh tuh email aq baca, yang ternyata juga dia dapat dari teman lainnya. Ingin lebih akurat, aq segera deh ke Oom Google… dengan keyword ; tidur dengan lampu menyala terang.

Secepat kilat Oom Google langsung menghamparkan puluhan link dengan tajuk yang aku cari (Oom Google emang top banget deh kerjasamanya), dan isinya sama persis dengan isi email yang aq peroleh. Ternyata berita ini juga sedang hangat dibahas namun sayang kebanyakan isi blog juga tak beda jauh dari isi emailnya temanku ini. Terpaksa deh cari-cari info tambahan dari sumber lain.

Adapun isi original dari email temanku dapat sobats baca dibawah ini (@my friend, ga pa2 kan emailmu ini aq share? Kan demi pengetahuan bersama toh? Itu juga tujuanmu mensharekan ini untukku kan say?)…..Kita anggap aja deh temanku itu udah setuju :-)

HATI HATI jangan TIDUR dgn LAMPU MENYALA….BAHAYA!!!

Anak-anak yang tidur dengan lampu menyala beresiko mengidap leukemia.

Para ilmuwan menemukan bahwa tubuh perlu suasana gelap dalam menghasilkan zat kimia pelawan kanker. Bahkan ketika menyalakan lampu toilet, begadang, bepergian melintas zona waktu, lampu-lampu jalanan dapat menghentikan produksi zat melatonin.

Tubuh memerlukan zat kimia untuk mencegah kerusakan DNA dan ketiadaan zat melatonin tersebut akan menghentikan asam lemak menjadi tumor dan mencegah pertumbuhannya.

Prof. Russle Reiter dari Texas University yang memimpin penelitian tersebut mengatakan “Sekali Anda tidur dan tidak mematikan lampu selama 1 menit. Otak Anda segera mendeteksi bahwa lampu menyala seharian dan produksi zat melatonin menurun”.Jumlah anak-anak pengidap leukimia naik menjadi dua kali lipat dalam kurun 40 tahun terakhir. Sekitar 500 anak muda dibawah 15 tahun didiagnosa menderita penyakit ini pertahun dan sekitar 100 orang meninggal.

Sebuah konferensi tentang anak penderita leukimia diadakan di London menyatakan bahwa orang menderita kanker akibat terlalu lama memakai lampu waktu tidur dimalam hari dibanding dengan yang tidak pernah memakai lampu waktu tidur.

Hal ini menekan produksi melatonin dimana normalnya terjadi antara jam 9 malam s/d jam 8 pagi. Penelitian terdahulu telah menunjukkan bahwa orang-orang yang paling mudah terserang adalah para pekerja shift yang memiliki resiko terkena kanker payudara.

Pada kenyataannya, Orang-orang buta tidak rentan terhadap melatonin memiliki resiko yang lebih rendah mengidap kanker. Maka para orang tua disarankan utk menggunakan bola lampu yang suram berwarna merah atau kuning jika anak-anaknya takut pada kegelapan.


Itu email original sahabatku yang ternyata dapat juga kita baca dari berbagai blog yang dihamparkan oleh Oom Google tadi. Isinya banyak yang sama persis kok… sobats boleh search sendiri deh di Google, ok?

Tentunya, membaca kalimat2 di atas, terutama kalimat pembukanya cukup membuat kita shock dan kuatir donk? Tapi apa sedasyat itu kah? Coba kita lanjut ke kalimat2 berikutnya.

Para ilmuwan menemukan bahwa tubuh perlu suasana gelap dalam menghasilkan zat kimia pelawan kanker. Bahkan ketika menyalakan lampu toilet, begadang, bepergian melintas zona waktu, lampu-lampu jalanan dapat menghentikan produksi zat melatonin. Tubuh memerlukan zat kimia untuk mencegah kerusakan DNA dan ketiadaan zat melatonin tersebut akan menghentikan asam lemak menjadi tumor dan mencegah pertumbuhannya.

Apakah zat pelawan kanker yang dimaksud di atas itu melatonin? Setelah aq coba searching using some related keywords, ga juga nemu artikel akurat tentang hubungan antara melatonin dan kanker. Namun info diatas tentu sangat2lah menarik untuk terus kita simak dan camkan di ingatan. Banyak para ahli memang setuju sekali bahwa anak akan tumbuh lebih sehat dan tidurnya lebih tenang dan menyegarkan kalau produksi melatonin sesuai dengan semestinya. Dan sesuai dengan artikel diatas, lampu terang = produksi melatonin berkurang, maka bisa dijamin akan ada efek halus di dalam tubuh si anak. Mungkin tidak terdeteksi oleh orang tua secara cepat, tetapi dalam jangka panjang, mungkin saja efek akan terlihat tanpa ada yang tahu sebabnya.

Misalnya, anak terlalu gemuk atau terlalu kurus karena ada gangguan halus pada metabolisme tubuh. Atau anak cepat marah, atau tidak bisa tenang karena otaknya tidak mendapatkan penyegaran penuh dari tidur, dll. (Ibaratnya mengisi bateri, dia hanya dapat 90% dan bukan 100%). Mungkin antara sekian banyak penyebab dari gangguan kecil tersebut adalah anak tidak pernah dapat tidur yang sempurna, disebabkan lampu nyala, dan oleh karena itu produksi melatonin terlalu kurang.

Lagi-lagi, Melatonin disebut terus nih…, apa sih melatonin itu?

Lagi-lagi menurut Oom Google, via situsnya dr. Hartadi (http://www.hartadi.com/tag/hormon-melatonin/) dijelaskan bahwa hormon melatonin itu adalah zat yang dihasilkan oleh kelenjar pineal didalam otak yang pembentukannya dipicu oleh gelap dan berfungsi mengatur bioritme atau irama tubuh dalam hal pengaturan tidur. Kadarnya paling tinggi ditemukan menjelang pagi hari sekitar jam 02.00 – 04.00 dan paling rendah di sore hari. Ini juga menjawab kenapa orang semakin bertambah usia semakin sedikit tidurnya, karena secara alamiah, produksi hormon melatonin ini juga akan mengalami penurunan, sejalan dengan pertambahan usia manusia.

Penurunan yang drastis biasanya terjadi sekitar usia 40 tahun sehingga dengan menurunnya hormon ini maka kualitas tidurpun akan menurun dan sering berefek pada kesulitan tidur. Manfaat lain melatonin adalah sebagai anti oksidan yang larut dalam lemak dan air, meningkatkan imun tubuh menimbulkan relaksasi otot dan membantu meningkatkan mood dan menghilangkan ketegangan. Jadi sebaiknya kalau tidur lampu dimatikan agar bisa memaksimalkan produksi melatonin.

Untuk anak, sebaiknya mereka dibiasakan tidur dalam cahaya yang redup. Jika ada lampu di luar rumah/kamar yang memberikan sedikit sinar ke dalam kamar seharusnya sudah cukup. Yang penting anak tidak dikasih yang 100% gelap, sehingga dia akan ketakutan kalau bangun di tengah malam.

Satu solusi lagi adalah lampu tidur, tetapi mungkin itu masih terlalu terang (tergantung lampunya). Tetapi walaupun masih terlalu terang (5-10 watt), lebih baik demikian daripada lampu kamar yang besar.

Solusi lain adalah menyediakan senter buat anak. Ada beberapa senter yang dijual lengkap dengan pegangannya, yang bisa ditempel di tembok. Jadi, anak diajarkan untuk tidur dalam kegelapan, dan sudah tahu ada senter di mana kalau dia bangun dengan rasa takut.

Anak biasanya cepat sekali beradaptasi dengan perubahan kondisi di dalam kehidupannya. Jadi, seandainya anak protes pada awalnya bahwa dia tidak suka tidur dalam kegelapan, setelah beberapa minggu kemungkinan besar dia akan lupa dan anggap kegelapan (cahaya redup) itu hal yang normal.

Well sobats,

Semoga info ini dapat menambah cakrawala pengetahuan kita tentang hal-hal penting yang kita rasa ringat dan ga penting, tapi ternyata patut dipertimbangkan, demi kehidupan yang lebih baik dan nyaman.

Semoga bermanfaat yach…

diposkan oleh Alaika Abdullah pada 21 Juli 2009

Komentar

  1. wah, info penting nih. thx kak. aq akan pasang lampu tidur deh untuk Rafi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama sist.... maaf replynya kelamaan nih, hehe

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. bnr tu Tan...
    Ulfa jg prnh dgr ttg itu...tp lum nemu artikel yg detail bahas itu..
    nah skrg nemu disini..
    seep deh Tan ^_^

    Dulu Fa jg ssh tdr klo lampunya dimatikan..
    serasa sesak klo melihat kegelapan..

    tp Fa mulai beranikan tdr di gelap stlh dgr info ttg efek yg tdk baik jika tdr dgn lampu yg menyala...
    Alhamdulillah skrg uda bs tdr dgn matiin lampu...hehe

    mgkn pemadaman listrik yg blkgan srg kita alami itu ...adalah misi kesehatan dr perusahaan listrik kita itu ya Tan? (*sok bela ModeON*)
    haha..alibi yg baik tuh...hihi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. emang terasa nyaman dan kualitas istirahat kita jadi lebih OK lho dengan tidur dalam lampu yang temaram saja.

      haha... Ulfa bisa aja deh.... misi kesehatan dari PLN? hihi

      Hapus
  4. dari dulu aku aku suka lampu yang temaram terasa lebih enak dan nyaman tidurnya

    BalasHapus
  5. Dari dulu saya takut kalau tidur gelap,tapi setelah tahu ilmunya sekarang saya mematikan lampu kamar saya beserta hp,gadget dan laptop.Untuk meyakinkan manfaat tidur gelap akhirnya saya mencari info di google,dan ketemulah link ini.Thank you yaa infonya bermanfaat bgt karena saya jadi tahu alasan yg sebenarnya....Boleh dong share ke temen2? (Saya anggap mb setuju,hihihi)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua yaaa. :)

      Hapus
  6. Serius ini? Saya malah lebih suka tidur dgn lampu terang he he wah harus dirubah nih kebiasaan tidur dgn lampu terang.

    BalasHapus
  7. kalau cahaya tv berbahaya ga ?

    BalasHapus
  8. waduh ternyata bahaya, padahal aku lebih suka tidur dengan lampu menyala. suka atau tidaknya tidur dengan lampu menyala selama ini ku kira hanya sebuah selera, tapi ternyata bahaya ya!

    BalasHapus
  9. Wah, abru tahu kalo berbahaya, mba. Kadang aku matiin, kadang ga, hehe. :D Kalo pas pengen tidur nyenyak memang dimatikan tanpa lampu kecil sama sekali.

    BalasHapus
  10. Alhamdulillah.. Bs tidur dlm kondisi lampu mati atau nyala :)
    Ternyata manfaatnya sangat bagus ya Mba

    BalasHapus
  11. alhamdulillah.... akhirnya banyak mendapatkan informasi lebih di sini. terima kasih banyak mbak. Al untuk artikelnya.
    dari contoh dri perumpamaan anak yg gemuk dan kurus itu saya banyak berkaca sendiri hhheee

    BalasHapus
  12. aku kalau tidur , harus mati lampu mbak . nggak bisa pula dengan lampu yg menyala apalagi terang benderang

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Khasiat dan Bahayanya Bunga Terompet Bidadari

Tips Untuk Mengatasi Luka Terbakar atau kena air panas