Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2013

Ke Myanmar Harus Bayar Visa? Oalah!

Gambar
Memasuki hari ke empat, panitia #10daysforasean memberikan tema tantangan yang menarik nih, Sobs!
Tentang Visa. Bukan, bukan Visa yang berhubungan dengan jenis kartu kredit/debit dan perbankan lho. Melainkan mas VISA yang senantiasa mendampingi Mbak Passport saat kita bepergian keluar negeri. Udah pada tau kan ya, bahwa Visa adalah dokumen yang dikeluarkan oleh sebuah negara untuk memberi izin bagi seseorang untuk masuk ke negara tersebut dalam suatu periode waktu dan tujuan tertentu. Berisi biodata, masa berlaku visa, dan jenis visa [kunjungan wisata, pendidikan, kerja dan lain-lainnya]. Visa tersebut dapat berupa sebuah sticker [Visa On Arrival] atau lembaran pengesahan khusus yang ditempelkan pada passport kita, sebagai bukti perizinan yang kita peroleh dari negara yang kita kunjungi, untuk masuk dan berkunjung di negara tersebut.

Bicara tentang aplikasi Visa, memang susah-susah gampang. Artinya ada negara yang begitu memudahkan calon wisatawannya dalam pengurusan visa, ada pula y…

Marvelous Indonesia, The Islands of Adventures

Gambar
Memasuki hari ketiga, tantangan #10daysforasean makin berat saja. Huft. Bener-benar timing yang salah deh ini, mengintip tema hari ketiga kok di sela seabrek urusan offline yang belum berhasil dibenahi benang kusutnya. Hasilnya adalah, si benang semakin kusut dan pikiran mulai semwarut, mencari-cari apa sih tagline yang tepat untuk nge-branding my lovely country ini, selain branding yang sudah ada, yaitu Wonderful Indonesia. 

Emang apaan sih Al tema hari ketiga dari tantangan #10daysforasean itu?


Hari Ketiga [Rabu, 28/08/2013]: Branding Nation Indonesia kaya dnegan beragam budaya, namun di sektor wisata, Malaysia lebih berhasil mem-branding 'Truly ASIA'. Kira-kira apa ya branding yang cocok untuk Indonesia? Buat tagline, dan jelaskan kenapa tagline itu cocok untuk Indonesia di kawasan ASEAN. Deadline: Kamis, 29 Agustus 2013, pukul 08.00 Wib. 
Nah, itu, Sobs! Ada ide? :) Beratkan? Hiks.

Layaknya sebuah produk/pelayanan jasa, maka sebuah negara pun adalah merupakan object pemasaran…

Menuju KEA 2015: Yah, namanya juga negeri serumpun!

Gambar
Pernah mendengar nama 'Angkor Wat'? Kuyakin, sejak kemarin, pasti banyak netizens/bloggers, terutama yang sedang mengikuti tantangan #10daysforasean sudah mulai bahkan menjadi sangat familiar dengan 'Angkor Wat'. Yup, Angkor Wat adalah sebuah kuil megah milik Kamboja, yang ditengarai memiliki kemiripan relief dengan candi Borobudur, milik Indonesia. Bedanya adalah, Angkor Wat dibangun pada abad ke 12 Masehi, sementara candi Borobudur dibangun sekitar 3 abad [tiga ratus tahun] sebelumnya, yaitu pada abad ke 9 Masehi. Kabarnya lagi nih, kedua candi ini, memiliki arsitek yang sama lho! How can? Kan beda masa pembangunannya saja sampai 300 tahun begitu? Apakah designnya telah dikerjakan terlebih dahulu oleh arsitek yang sama, baru tiga ratus tahun kemudian diimplementasikan ke dalam proses pembangunannya? Hehe. #Ngawur!

Berbicara tentang kemiripan antara negeri-negeri serumpun, kita sudah sering kali mendengarnya. Bahkan bukan hanya dalam bentuk bangunan/arsitektural, bah…

Mari Bicara: Bersaing dengan Salon-salon Thailand professional Bersertifikat? Kenapa Tidak?

Gambar
Bukan tanpa alasan lho, Sobs, jika tiba-tiba gambar berisi kalimat-kalimat di atas tiba-tiba saja menghias tampilan awal artikel ini. J Bagi Sobats yang rajin memantau tagline Asean Economic Community [Komunitas Ekonomi Asean], Asean Member Community [Komunitas Masyarakat Asean], Asean Blogger Community, Asean Blogger Festival, dan berbagai istilah lainnya yang ber-embel2 Asean, tentu Sobats akan ngeh deh, kemana postingan ini akan berlanjut dan bermuara. Hehe.

Yes, bener banget. Diriku sedang ikutan tantangan #10daysforasean, yaitu sebuah lomba menulis di blog selama 10 hari, tentang isu-isu kesiapan Indonesia menghadapi Komunitas Asean 2015, yang diadakan oleh Komunitas Asean Blogger Chapter Indonesia.  Weisss! Keren nih lombanya, dan berat juga ternyata, Sobs! :D

Wait, masih ada yang belum familiar dengan topic berembel-embel Asean Economic Community? Asean Member Community, Asean Blogger Community? Asean bla bla bla? Oops! Kalo Sobats masih berada pada level ini, monggo deh cek an…

Let's Dance in the Rain

Gambar
Judul yang romantic ya, Sobs! Sayangnya, postingan kali ini, berbanding terbalik dari nuansa awal yang timbul dari membaca judul di atas. :)
Bermula dari sapaan seorang teman lama, yang juga sudah lama sekali tidak saling bertegur sapa. Bukan, bukan karena sedang bermusuhan, hehe. Tapi karena kesibukan masing-masing lah, hingga rasanya belum ada waktu yang tepat untuk saling ber-sayhi [baca: sei hai].
Layaknya teman lama, tentu tak perlu waktu yang lama untuk mengembalikan keakraban. Obrolan ringan berlanjut ke yang lebih berbobot [berat] karena sudah mulai masuk ke ranah 'curhat'. Dan seperti biasa, dilatih untuk menjadi conselor sewaktu bekerja di sebuah Medical NGO di masa awal tsunami dulu, aku pun terbiasa untuk menjadi pendengar budiman. Yes, kunci dari konseling kan mendengarkan dengan baik, terlebih dahulu, baru kemudian memberi tanggapan, jika memang diperlukan. :)
I did it. Inti curhatan adalah tentang ritme kehidupan berkarier yang tak pernah stabil. Naik turun, at…

Tradisi Unik Memuliakan Tamu di Turkey

Gambar
Melanjutkan postingan 'sensasi lebaran di negeri orang - Turkey', tak asyik rasanya jika tidak pula menurunkan sebuah postingan tentang keunikan yang dimiliki oleh negeri dua benua ini. Yup, sebuah tradisi unik dalam memuliakan tamu. Menurutku, tradisi ini sangat unik, dan sungguh berhasil membuat hati para tamu merasa dimuliakan. :)

Kebetulan, hari Sabtu kemarin, 10 Agustus 2013, kami diundang oleh ayah angkat adikku untuk bersilaturrahmi lebaran ke rumah mereka. Hubungan baik yang telah terjalin, bukan hanya antara adikku dan si ayah angkat sih, tapi juga telah terjalin akrab dengan anggota keluarga lainnya. Tak hanya dengan anak-anak si ayah angkat, tapi juga dengan orang tua, kakak dan adik beliau. Sehingga tak heran, jika kunjungan kami ke rumah mereka [walau baru pertama sekali], langsung terjalin hangat dan bersahabat. Selain itu, beliau juga sudah pernah berkunjung ke Aceh, tepatnya ke rumah ayah dan ibuku, pada saat awal tsunami dahulu. Jadi tak heran, mendengar kedat…