Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2013

Don't Judge the Book by Its Cover

Gambar
Tiba-tiba saja jadi ingat akan quote disamping ini, gegara ngobrol dengan seorang teman tadi malam. Obrolan santai ngalor ngidul, membawaku pada hal yang senada dengan quote ini. Don't Judge the Book by Its Cover.

Pernah enggak sih, Sobs, ngerasa bahwa kita itu tanpa sadar telah dengan begitu gampangnya menilai bahkan 'menghakimi' seseorang/sesuatu hanya berdasarkan tatapan/pandangan pertama? Aku pernah mengalami/melakukannya beberapa kali. Gak sengaja sih, tapi hebatnya lagi, Allah langsung 'menegur'ku serta merta lho. Ga pake lama. J

Keep The Spirit, Sayang!

Gambar
Ini adalah sebuah kisah di penghujung perjalanan kami [aku dan Intan] kembali dari Garut, beberapa waktu yang lalu, saat menghadiri undangan Chocodot anniversary Pers Conference. Sepanjang hari, putri tercinta itu terlihat happy. Sama sekali tak ada tanda jika mendung bermuatan hujan akan tumpah mewarnai sore menjelang malam itu. Bahkan sebelum menurunkan rombongan [rekan blogger Bandung] di tempat parkiran motor mereka, Intanku masih bersenandung riang.

Namun, awan kelabu itu mulai menggelayuti langit biru, justru saat kami hampir mencapai rumah/kosan. Tak ada lagi suaranya setelah jari jemari itu lincah menari di keypad smart phone nya. Kulirik dengan ekor mataku, dan mendung itu terlihat nyata. Apa gerangan yang terjadi?

"Kenapa sayang? Kok tiba-tiba jadi diem? Tadi masih riang malah becanda dengan odot?" Usikku, mencoba memancing cerianya. Dua boneka baru berbentuk domba garut yang diberinya nama Choco dan Odot, terlihat nyaman dalam pelukannya.

"Mi, Dila kecewa! T…

Reuni: Kurela Mati Saat Ini Juga

Gambar
Ini adalah kali kedua kami bertiga bertemu kembali, setelah sekian lama saling 'bermusuhan'. Reunian. Itulah tema yang pas untuk momen ini. Kulihat mata putriku begitu berbinar. Senyum dan senandung cerianya tiada henti sejak kuiyakan ajakannya untuk tak hanya mengantarnya kepada dia, tapi juga bersedia bergabung dan jalan bareng dengan mereka.
Dulu, hal ini sangat sulit untuk kulakukan. Dan kuyakin, juga sulit baginya untuk melakukan hal yang sama. Betapa pun, persahabatan yang diakhiri dengan cinta, pasti akan indah dan membahagiakan. Namun sebaliknya, tak ada yang berani menjamin bahwa sebuah cinta yang berakhir/diakhiri, mampu bermuara pada persahabatan. Apalagi jika pihak perempuan yang menggugat dan memisahkan diri. Setidaknya, akan butuh WAKTU untuk memproses terwujudnya persahabatan kembali.
"Mi, makasih ya, Mi, udah mau nganterin dan ikutan bertemu Ayah. Dila bahagia banget!" Diciumnya pipiku lembut, dan kembali duduk manis di kursinya, membiarkan aku menge…