Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2011

tips sehat dalam berhubungan intim

Gambar
untuk paragraf sebelumnya klik disini ya sobas....,

Wow… bener-bener lugu sahabat saya yang satu ini. Saya sungguh penasaran to know more her husband. Kayaknya sang misua jam terbangnya udah cukup tinggi nih.
Dan sobats? Jawaban apakah yang saya berikan?
Well, sebagai maestro (cieeee…., bukan saya lho yang mulai istilah ini, tapi beberapa teman dekat saya baik cewek maupun cowok), tentu saya cukup punya back up document regarding to these information. Jadi dengan pede (apalagi doi masih bener-bener culun kan? So salah2 dikit dia pasti ga akan tau, hihihi) mulai saya bahas kasus ini (halah…kasus) dengan gamblang. Hm… cukup menarik sih sobats, karena kita pasti sepakat bahwa sex dan segala hal berkaitan dengan tiga huruf ini adalah sesuatu yang diam-diam maupun terang-terangan memang digandrungi oleh pasangan insan yang sedang bercinta, ya toh?
Nah berikut ini adalah cuplikan informasi yang ikut memperkaya pustaka ilmu (duuuh…pustaka ilmu bo’) sahabat saya tadi, yang sumbernya tentu …

Karunia Kesehatan Yang Tak Ternilai

Gambar
Klik disini untuk paragraf sebelumnya yaa..

Bisa kentut atau bahasa kerennya flatus/buang angin adalah karunia kesehatan yang tak ternilai. Ada yang ingin menyanggah pernyataan ini? Hehe. Saya sudah lihat bagaimana menderitanya suami saya paska operasi kemarin gara-gara kesulitan buang angin. Perutnya terasa bengkak/kembung dan penuh oleh gas. Dia merasa serba salah, ini ga enak itu ga enak. Uring-uringan dan bener-bener merasa tidak sehat. Contoh nyata didepan mata ini langsung membuat saya setuju dengan pernyataan ini.
Tapi jika frekuensinya melebihi batas normal, buang angin bisa berubah menjadi petaka juga kan sobats? Absolutely. Apalagi jika ia keluar di waktu dan tempat yang salah. Jangan sampai kita mengalaminya deh ya sobs.
Nah para peneliti menemukan bahwa ada sekitar 30-40% masyarakat dunia mengalami masalah dengan flatus. Sebagian besar tidak berani mengungkapkannya kepada orang lain, termasuk kepada dokter, karena masalah ini dianggap sebagai sesuatu yang memalukan.

“Bisa…